Presiden Mahkamah Pidana Internasional (International Criminal Court/ICC), Tomoko Akane, mengkritik sanksi Amerika Serikat (AS) terhadap mahkamah tersebut dan menegaskan komitmen untuk terus menjalankan mandat.
Amerika Serikat (AS) meluncurkan serangan ke Pulau Qeshm, Iran, Senin (2/11) malam waktu setempat. Pulau itu dilaporkan menjadi benteng yang menyimpan berbagai persenjataan Iran termasuk rudal balistik.
Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Arrmanatha Nasir menekankan bahwa ketahanan nasional, kawasan, dan global saling terkait serta membutuhkan kerja sama multilateral yang efektif. Hal itu ia ungkapkan saat Pertemuan Menlu G20 di Atlanta, Amerika Serikat (AS), pada 30–31 Oktober.
Juru Bicara Korps Garda Revolusi Islam Iran (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC), Hossein Mohebi, menuntut bukti atas klaim Amerika Serikat (AS) bahwa Selat Hormuz telah sepenuhnya bebas dari ranjau laut.
Presiden Lebanon Joseph Aoun menyatakan bahwa pihaknya tengah menjalin komunikasi dengan Amerika Serikat (AS) agar Israel berhenti melakukan serangan terhadap negaranya.
Komando Pusat Amerika Serikat (AS) atau CENTCOM menyatakan bahwa pihaknya telah mengawal lebih dari 3.000 kapal komersial melintasi Selat Hormuz selama enam bulan terakhir.
Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Jakarta meluncurkan proyek dua tahun untuk melindungi dan melestarikan situs kapal karam sisa Perang Dunia II USS Houston, yang merupakan bagian sejarah penting bersama dari AS dan Indonesia.
Industri dirgantara nasional, PT Dirgantara Indonesia (PTDI) Persero akan berpindah dari Bandung ke kawasan Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, setelah pemerintah berencana menjadikan Bandar Udara (Bandara) Kertajati sebagai pusat maintenance, repair, and overhaul (MRO) atau pemeliharaan dan perawatan pesawat angkut Hercules C-130 di kawasan Asia.
Cina mengerahkan pasukan militer untuk memantau kapal perang Amerika Serikat (AS) yang diklaim secara ilegal memasuki wilayah dekat perairan yang disengketakan di Laut Cina Selatan.
Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menyatakan bahwa negaranya akan terus perkuat kapabilitas dan telah mengantisipasi kemungkinan Amerika Serikat (AS) tidak memenuhi komitmen berdasarkan kesepakatan kerangka kerja yang dicapai pada Juni lalu.