Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi mengatakan bahwa pihaknya kembali berdiskusi dengan Qatar mengenai proposal Iran terkait Hormuz. Ia menuturkan, proposal itu akan disampaikan Qatar kepada Amerika Serikat (AS).
Kapal perang perusak peluru kendali (guided missile destroyer) milik Angkatan Laut Australia, HMAS Sydney (DDG 42), bersandar di Dermaga Timur Pelabuhan Benoa, Bali, Minggu (27/9). Kedatangan kapal perang berteknologi sistem pertahanan udara Aegis asal Amerika Serikat ini membawa sekitar 180 hingga 200 prajurit tempur di Pulau Dewata.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa jalur diplomatik untuk menyelesaikan perang akan tetapi terbuka. Namun, Iran siap untuk hadapi agresi lainnya dan berperang skala besar dengan Amerika Serikat (AS).
Korps Marinir menerima 12 unit kendaraan tempur (ranpur) amfibi AAV M-35 dari Amerika Serikat di Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta Selatan. Kedatangan AAV M-35 ini bakal menambah jajaran armada pendarat terbaru Marinir yang sebelumnya mengandalkan 15 unit LVT-7A1 asal Korea Selatan sejak 2009.
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menyebut 12 unit kendaraan tempur (ranpur) amfibi AAV M-35 asal Amerika Serikat yang tiba di Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta Selatan, masih belum memiliki persenjataan. Persenjataan serta alat komunikasi pada belasan ranpur pendarat tersebut nantinya akan dilengkapi dan disesuaikan oleh TNI AL.
TNI AL secara resmi menerima 12 unit kendaraan tempur (ranpur) amfibi AAV M-35 dari Amerika Serikat di Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta Selatan. Pengiriman perdana ini membuka rangkaian pembelian total 105 unit ranpur amfibi untuk Korps Marinir hingga tahun 2028.
Korps Marinir resmi mengoperasikan kendaraan tempur pendarat amfibi jenis Assault Amphibious Vehicle (AAV) M-35. Tank lapis baja buatan Amerika Serikat ini datang untuk menguatkan daya gempur pasukan Marinir dari laut menuju darat.
Indonesia menegaskan bahwa upaya mewujudkan perdamaian secara permanen di Gaza harus diiringi dengan pemulihan kehidupan masyarakat. Mereka harus mampu membangun kembali kehidupan yang layak dan bermartabat.
Dewan Perdamaian Gaza (Board of Peace/BoP) meluncurkan rencana pemulihan awal senilai US$2,45 miliar. Hal itu diungkapkan dalam pertemuan di New York, Amerika Serikat, Rabu (23/9).
Para pemimpin Amerika Serikat (AS), Denmark, dan Greenland menandatangani di sela-sela Sidang Umum PBB untuk memperkuat keamanan di Arktik dan Atlantik Utara pada Selasa (22/9).