INTERNASIONAL

AS, Denmark dan Greenland Tandatangani Kesepakatan Keamanan Arktik

Donald Trump dan Mette Frederiksen
(Dari kiri) Presiden AS Donald Trump, Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen, dan Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen menandatangani Kesepakatan Keamanan Arktik. (Foto: Dok. The White House)

Jakarta, IDM – Para pemimpin Amerika Serikat (AS), Denmark, dan Greenland menandatangani di sela-sela Sidang Umum PBB untuk memperkuat keamanan di Arktik dan Atlantik Utara pada Selasa (22/9).

Presiden AS Donald Trump menyebut Perjanjian luar biasa bagi Eropa, AS, dan bagi semua orang. Menurutnya, kesepakatan itu telah lama dalam proses perancangan dan wujud komitmen kerja sama jangka panjang.

"Kesepakatan ini memberikan AS kendali permanen atas aspek keamanan dan segala kebutuhan lainnya di wilayah tersebut. Kami akan memiliki kemampuan penuh untuk melakukan langkah-langkah yang diperlukan demi mempertahankan benua Amerika," ujarnya melansir The White House, Rabu (23/9).

Baca Juga: Sidang Majelis Umum PBB ke-81, Indonesia Dorong Perdamaian dan Multilateralisme

Berdasarkan kesepakatan itu, AS "dapat menetapkan area pertahanan tambahan di Greenland dan memperkuat operasi atau fasilitas militernya". AS akan memberikan kontrak pengadaan barang dan jasa terkait pendirian, pemeliharaan, atau pembongkaran pangkalan-pangkalan tersebut "kepada pihak-pihak di Greenland semaksimal mungkin."

Kesepakatan itu juga mencakup ketentuan mengenai mobilitas militer AS yang luas di wilayah Greenland, termasuk "akses bawah laut". Disebutkan pula bahwa para pihak yang menandatangani kesepakatan memiliki kepentingan bersama untuk memberikan akses militer AS ke Greenland demi mempertahankan wilayah NATO, Greenland itu sendiri, dan benua Amerika—termasuk melalui "Golden Dome," yaitu sistem pertahanan rudal yang direncanakan oleh Trump.

Lebih lanjut, kesepakatan menetapkan bahwa tidak ada negara non-NATO yang diizinkan untuk mendirikan "instalasi militer berawak atau nirawak miliknya sendiri di Greenland" ataupun memiliki kehadiran militer yang bersifat tetap, kecuali jika para pihak yang menandatangani kesepakatan memutuskan sebaliknya.

Baca Juga: Inggris akan Beri Dukungan Militer ke Arab Saudi

“Kami telah lama menjadi, dan akan terus menjadi sahabat setia AS serta bagian dari aliansi Barat. Keamanan Anda adalah keamanan kami, dan keamanan kami adalah keamanan Anda. Kami sungguh gembira dengan hasil yang memperkuat keamanan bersama serta mempererat ikatan kita sebagai sekutu dekat. Kesepakatan ini bersejarah," kata Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen.

Greenland, wilayah otonom Kerajaan Denmark, telah lama dilirik Trump karena lokasinya yang strategis bagi AS untuk sistem peringatan dini jika terjadi serangan rudal. Awal tahun ini, Trump mengungkapkan ambisi untuk menguasai Greenland di tengah kekhawatiran atas meningkatnya aktivitas Rusia dan Cina di kawasan Arktik.

Adapun, AS sudah memiliki lebih dari 100 personel militer yang ditempatkan di Pituffik, Greenland, sebuah fasilitas militer yang telah dioperasikan AS sejak Perang Dunia II. Berdasarkan perjanjian dengan Denmark, AS memiliki wewenang untuk mengerahkan pasukan ke Greenland.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.