Dalam Sepekan, Ranjau hingga UXO Disingkirkan di Yaman

Jakarta, IDM – Sebanyak 932 ranjau darat, amunisi belum meledak (unexploded ordnance/UXO), dan alat peledak (improvised explosive devices/IED) telah dibersihkan di Yaman dalam sepekan terakhir.
Hal itu diungkapkan oleh The Saudi Project for Landmine Clearance MASAM, tim yang diinisiasi oleh Arab Saudi untuk menyapu ranjau darat, UXO, serta IED di seluruh wilayah Yaman.
Baca Juga: Iran, Turki, Saudi dan Pakistan Sepakat Perkuat Kerja Sama Keamanan Regional
"Dalam seminggu terakhir, dari 17 hingga 23 Oktober, Proyek Masam membersihkan 932 ancaman peledak, termasuk 62 ranjau anti-tank, 854 item UXO, dan 16 IED, di lahan seluas 188.946 meter persegi," katanya, melansir laman Project MASAM, Selasa (27/10).
Dengan demikian, tim Proyek MASAM telah membersihkan 4.474 ranjau darat dan ancaman bahan peledak lainnya di seluruh Yaman sepanjang Oktober 2026, seiring dengan berlanjutnya operasi penanggulangan ranjau di berbagai provinsi. Rinciannya berupa 74 ranjau anti-personnel, 168 ranjau anti-tank, 4.210 UXO, dan 22 IED, yang dibersihkan dari lahan seluas 690.931 meter persegi.
"Keragaman barang yang dibersihkan selama bulan Oktober mencerminkan ancaman bahan peledak yang kompleks dihadapi masyarakat di seluruh Yaman," ujarnya.
Baca Juga: Dukung Modernisasi Pertahanan Indonesia, ISI Gandeng Mirage Defence
Jumlah terbaru ini muncul ketika Proyek MASAM terus beroperasi meskipun tengah menghadapi keterbatasan karena adanya ancaman keamanan yang signifikan di Distrik Midi, Provinsi Hajjah.
Sejak dibentuk pada akhir Juni 2018, tim Proyek MASAM telah membersihkan total 597.963 ancaman peledak termasuk 7.809 ranjau anti-personnel, 153.275 ranjau anti-tank, 428.170 UXO, dan 8.709 IED.
Hankam

Lagi-lagi WNA India Selundupkan Serbuk Emas Lewat Perut di Juanda, Kali Ini 2,1 Kg Disikat TNI AL
Aksi penyelundupan serbuk emas ilegal di Bandara Internasional Juanda kembali terbongkar. Kali ini, petugas gabungan TNI AL menggagalkan upaya penyelundupan seberat 2,1 kilogram yang disembunyikan di dalam perut oleh dua warga negara asing asal India.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































