HANKAM

Marinir Diperkuat 105 Ranpur AAV dari AS, Pengadaan Tiba Bertahap hingga 2028

ranpur AAV
Deretan ranpur AAV asal AS di Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (28/9) yang dibeli melalui skema Foreign Military Sales untuk Korps Marinir. (IDM/Septo Kun Wijaya)

Jakarta, IDM – TNI AL secara resmi menerima 12 unit kendaraan tempur (ranpur) amfibi AAV M-35 dari Amerika Serikat di Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta Selatan. Pengiriman perdana ini membuka rangkaian pembelian total 105 unit ranpur amfibi untuk Korps Marinir hingga tahun 2028.

TNI AL memboyong puluhan ranpur ini lewat skema Foreign Military Sales (FMS) atau penjualan militer antarpemerintah dengan potongan harga khusus dari pemerintah Amerika Serikat.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menyebut 12 unit yang tiba di Jakarta baru tahap awal. TNI AL menjadwalkan kedatangan gelombang berikutnya pada akhir tahun ini.

Baca Juga: C-130J Super Hercules Angkut Bantuan Oksigen untuk Penanggulangan Karhutla Kalsel

"Saat ini kita menerima 12 buah dan nanti akan hadir lagi 23 di akhir bulan November," kata Ali usai upacara serah terima di Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (28/9).

Ali merinci pengiriman sisa ranpur tersebut akan berlangsung secara bertahap selama dua tahun ke depan.

"Kemudian harapannya lagi, di tahun berikutnya akan hadir lagi sebanyak 35 di tahun 2027, dan 35 lagi di tahun 2028. Jadi ada 70 lagi yang akan datang," tutur Ali.

TNI AL bakal membagi 105 unit AAV M-35 ini secara merata ke tiga komando pasukan pendarat, yakni Pasmar 1 Jakarta, Pasmar 2 Surabaya, dan Pasmar 3 Sorong.

Sebelum tiba di Cilandak, 12 ranpur berbobot 23 ton ini mendarat di Terminal Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (22/9). Asisten Logistik Panglima Korps Marinir (Aslog Pangkormar) Brigjen TNI (Mar) Efhardian bersama jajaran perwira Kavaleri memantau langsung pembongkaran unit dari kapal pengangkut. Petugas lalu mengikat belasan ranpur tersebut di atas truk pengangkut berat (oplegger) sebelum mengawalnya menuju Cilandak.

Baca Juga: Penerbang dan Kru C-130J Super Hercules Rampungkan AATT, Perdalam Kemampuan Operasional

Kedatangan AAV M-35 ini menambah jajaran ranpur pendarat Korps Marinir setelah penerimaan 15 unit Landing Vehicle Tracked (LVT)-7A1 asal Korea Selatan pada 2009 silam.

AAV M-35 mengusung mesin Cummins V903 berdaya 525 tenaga kuda (horsepower). Ranpur berlapis baja ini mampu menerjang gelombang laut tinggi (Sea State 5) dengan kecepatan 15 km per jam di air serta melesat hingga 75 km per jam saat bergerak di darat.

Dioperasikan oleh 3 awak kendaraan, AAV M-35 sanggup mengangkut 21 prajurit pendarat lengkap dengan senjata dan perlengkapan tempur dari kapal menuju garis pantai.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.