Amerika Serikat (AS) mengaku siap menghadapi segala kemungkinan konflik di luar angkasa. Hal tersebut dikarenakan AS telah memiliki teknologi anti satelit untuk melawan konfrontasi yang mengancam keamanan negara.
Rudal hipersonik Cina diklaim mampu hancurkan USS Gerald R. Ford, kapal induk terbesar di dunia milik Amerika Serikat (AS). Pernyataan itu didasarkan atas sebuah simulasi perang melalui program khusus oleh pakar militer Cina.
Kapal perusak USS Sumner Mannert L. Abele (DD-733) milik Angkatan Laut Amerika Serikat ditemukan setelah hilang selama 78 tahun. Kapal yang digunakan pada Perang Dunia II tenggelam sekitar 25 mil di lepas pantai Okinawa.
TNI bersama Angkatan Bersenjata Australia dan Amerika melaksanakan Field Training Exercise (FTX) Latma Trilateral Crocodile Response 2023 di Mount Bundey Training Area, Australia.
Amerika Serikat (AS) menegaskan bahwa pihaknya sedang berkoordinasi dan menyusun program dengan sekutu untuk melatih pilot Ukraina menerbangkan jet tempur F-16. Hanya saja, Pentagon menyebut pengerahan armada F-16 bukanlah solusi ajaib untuk perang melawan Rusia.
Korea Selatan (Korsel) dan Amerika Serikat (AS) menggelar latihan tempur tembak-menembak terbesar selama enam tahun terakhir pada Kamis (25/5). Latihan itu disebut sebagai wujud pamer postur kekuatan sekaligus simulasi serangan skala penuh terhadap ancaman dari negara tetangga, Korea Utara.
Perdana Menteri Papua Nugini James Marape menegaskan negaranya tidak akan menjadi pangkalan perang bagi Amerika Serikat (AS). Menurutnya, perjanjian pertahanan yang telah disepakati beberapa waktu lalu, menyebutkan bahwa AS dilarang untuk melakukan operasi militer ofensif di Papua Nugini.
Sebuah gambar palsu tentang ledakan di Pentagon, markas Departemen Pertahanan Amerika Serikat sempat viral di media sosial. Insiden ini memicu kembali perdebatan mengenai dampak negatif yang ditimbulkan dari penggunaan teknologi kecerdasan buatan.
Amerika Serikat (AS) menandatangani kesepakatan kerja sama pertahanan dengan Papua Nugini pada Senin (22/5). Dibawah kesepakatan itu, AS akan memiliki akses untuk menggunakan landasan udara dan pelabuhan Papua Nugini, sekaligus memperluas postur militer di kawasan Pasifik.
Korea Utara (Korut) dilaporkan telah mempersiapkan satelit pengintai militer yang segera diluncurkan untuk pertama kalinya. Satelit itu disebut merupakan bentuk komitmen Angkatan Bersenjata dalam memperkuat pertahanan dari segala kemungkinan ancaman, khusunya Kota Selatan (Korsel) dan Amerika Serikat (AS).