INTERNASIONAL

Perluas Pengaruh di Pasifik, AS Sepakati Kerja Sama Pertahanan dengan Papua Nugini

Antony Blinken, James Marape
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken bertemu Perdana Menteri Papua Nugini James Marape di Apec Haus, Papua Nugini. (Foto: Dok. Twitter/Secretary Anthony Blinken)

Jakarta, IDM – Amerika Serikat (AS) menandatangani kesepakatan kerja sama pertahanan dengan Papua Nugini pada Senin (22/5). Dibawah kesepakatan itu, AS akan memiliki akses untuk menggunakan landasan udara dan pelabuhan Papua Nugini, sekaligus memperluas postur militer di kawasan Pasifik.

Dilansir dari State.gov, laman resmi pemerintahan AS, Senin (23/5), kesepakatan itu diraih saat Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken bertemu Perdana Menteri Papua Nugini James Marape di Apec Haus, Papua Nugini.

Baca Juga: Trudeau Tegaskan Komitmen Kanada Bantu Ukraina dengan Perluas Latihan Militer

Dalam pertemuan itu, Blinken mengatakan bahwa AS memiliki komitmen untuk memperkuat hubungan bilateral dengan sekutu di kawasan Asia Pasifik. Kemitraan ini dilandasi prinsip kesetaraan yang mendorong pentingnya mempertahankan kedaulatan negara-negara kecil, salah satunya Papua Nugini.

“Kerja sama pertahanan dirancang oleh Amerika Serikat dan Papua Nugini sebagai mitra yang setara dan berdaulat,” kata Blinken.

Blinken menambahkan, kerja sama ini menjungjung transparansi untuk membangun kapasitas pasukan pertahanan memerangi berbagai isu keamanan dan meningkatkan stabilitas regional.

Baca Juga: Rusia Sebut KTT G7 Ajang Propaganda Anti-Rusia

Sementara itu, Marape menyebut negaranya sedang menghadapi tantangan keamanan yang signifikan, khususnya terkait keamanan maritim. Dengan kerja sama ini, Papua Nugini dijanjikan akses ke citra satelit AS untuk memerangi kegiatan ilegal di laut lepas.

“Kami memiliki keamanan internal serta masalah keamanan kedaulatan. Kami melangkah ke depan untuk memastikan perbatasan kami aman. Pasukan perhananan kami akan memiliki kemampuan untuk mengetahui apa yang terjadi di perairan,” ujarnya.

Nantinya, AS akan memberikan $45 juta sebagai bagian dari kerja sama. Anggaran itu disebut akan memperkuat keamanan dan ekonomi Papua Nugini, termasuk memperbanyak peralatan militer untuk pasukan pertahanan. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.