Pertama Kali, Satelit Pengintai Militer Korut Segera Diluncurkan

Jakarta, IDM – Korea Utara (Korut) dilaporkan telah mempersiapkan satelit pengintai militer yang segera diluncurkan untuk pertama kalinya. Satelit itu disebut merupakan bentuk komitmen Angkatan Bersenjata dalam memperkuat pertahanan dari segala kemungkinan ancaman, khusunya Kota Selatan (Korsel) dan Amerika Serikat (AS).
Dilansir dari KCNA, laman resmi pemerintahan Korut, Rabu (17/5), Presiden Kim Jong Un menginspeksi secara langsung persiapan satelit pengintai militer tersebut. Ia juga disebut telah memberikan lampu hijau kepada Komite Persiapan Peluncuran Satelit Tidak Tetap untuk segera merealisasikan tujuan utama pembuatan satelit.
Baca Juga: Jet Tempur Su-27 Rusia Cegat Pesawat Patroli Jerman dan Prancis di Laut Baltik
"Pemimpin (Kim) memeriksa satelit pengintaian militer No. 1, yang sudah siap menjalani pemeriksaan terakhir dan uji coba meluncur ke lingkungan luar angkasa," kata laman Korut itu.
Dalam kesempatan itu, Kim menegaskan kembali kebutuhan strategis negaranya untuk memiliki satelit mata-mata militer. Menurutnya, Korut akan menggunakan haknya untuk mempertahankan diri dan mencegah meningkatnya konfrontasi dari negara tetangganya, Korsel dan AS.
Baca Juga: Cina Kirim Dua Kapal Perang ke Pasifik Barat untuk Latihan Tembak
"Satelit mata-mata sangat diperlukan karena imperialis AS dan Korea Selatan meningkatkan gerakan konfrontatif mereka melawan Korut," ujarnya.
Pemerintahan Kim memang seringkali menyatakan sikap tegas dalam menghadapi AS maupun Korsel yang disebutnya sebagai konfrontasi. Diketahui kedua sekutu itu semakin meningkatkan latihan militer bersama di sekitar Semenanjung Korea. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































