TNI AL mulai meninggalkan pola pertempuran tradisional yang hanya mengandalkan kekuatan kapal perang di permukaan laut. Kini, TNI AL melakukan lompatan besar dengan mengadopsi strategi Multi-Domain Operation, sebuah sistem tempur yang mengintegrasikan lima dimensi sekaligus, yaitu darat, laut, udara, siber, hingga ruang angkasa.
Sistem pertahanan rudal Golden Dome yang digagas oleh Presiden Donald Trump akan mencakup empat lapisan pertahanan, yakni berbasis satelit dan tiga lainnya di darat dengan 11 sistem pertahanan jarak pendek yang tersebar di beberapa titik.
TNI AL kini membangun hub station sistem komunikasi satelit (siskomsat) yang diresmikan oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali, di Bogor, Jawa Barat, Jumat (27/12).
Panglima Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat (Pangkostrad) Letjen Maruli Simanjuntak mengatakan, alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI AD sekarang sudah cukup canggih bahkan menurutnya ke depan akan lebih banyak menggunakan drone dan satelit.
Korea Utara (Korut) dilaporkan telah mempersiapkan satelit pengintai militer yang segera diluncurkan untuk pertama kalinya. Satelit itu disebut merupakan bentuk komitmen Angkatan Bersenjata dalam memperkuat pertahanan dari segala kemungkinan ancaman, khusunya Kota Selatan (Korsel) dan Amerika Serikat (AS).