Golden Dome akan Terdiri dari Empat Lapis Sistem Pertahanan

Jakarta, IDM – Sistem pertahanan rudal Golden Dome yang digagas oleh Presiden Donald Trump akan mencakup empat lapisan pertahanan, yakni berbasis satelit dan tiga lainnya di darat dengan 11 sistem pertahanan jarak pendek yang tersebar di beberapa titik.
Melansir dari Reuters, Rabu (13/8), hal itu diungkapkan dalam sebuah laporan resmi pemerintah AS. Trump memperkirakan Golden Dome akan menelan biaya $175 miliar, tetapi laporan itu belum memastikan dana yang dibutuhkan. Sebab, jumlah peluncur, pencegat hingga lokasi rudal yang dibutuhkan belum ditentukan.
Baca Juga: Jumlah Personel Militer Korsel Menyusut 20% Dalam Enam Tahun
"Mereka punya banyak uang, tetapi mereka belum memiliki target berapa biayanya," kata seorang pejabat AS yang tidak disebutkan identitasnya.
Laporan itu juga menyatakan bahwa Golden Done rencananya akan terdiri dari empat lapisan terintegrasi yaitu berbasis ruang angkasa dan tiga lapisan berbasis darat yang terdiri dari pencegat rudal, sistem radar, dan potensi laser.
Baca Juga: Kamboja Bantah Sebar Ranjau di Perbatasan Thailand
Stasiun baru juga akan dibangun untuk Next Generation Interceptors (NGI) yang dibuat oleh Lockheed Martin dan juga akan menjadi bagian dari "lapisan atas" bersama sistem Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) Aegis.
Sementara, kendala teknis lain yang diidentifikasi dalam laporan itu adalah kemungkinan terjadinya latensi komunikasi atau waktu yang dibutuhkan data untuk berpindah dari satu titik ke titik lain. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































