Kamboja Bantah Sebar Ranjau di Perbatasan Thailand

Jakarta, IDM – Juru bicara Kementerian Pertahanan (Kemhan) Kamboja membantah pihaknya telah menyebar ranjau di sepanjang perbatasan. Ranjau itu dilaporkan telah melukai seorang prajurit Thailand yang tengah berpatroli.
Insiden yang terjadi pada Selasa (12/8) pukul 09.10 waktu setempat itu terjadi saat 7 prajurit tengah patroli rutin di sepanjang perbatasan Thailand pada rute yang ditentukan sekitar 1 kilometer dari Kuil Ta Muen Thom di Provinsi Surin. Salah satunya menginjak ranjau darat anti-personel dan mengalami cedera parah pada pergelangan kaki kiri.
Baca Juga: Satgas INDO RDB 39-F Beri Bantuan untuk Gereja di Kongo
"Kamboja terus menanam ranjau darat secara diam-diam sebagai ancaman berkelanjutan, mengabaikan pelanggaran Konvensi Ottawa. Juru bicara Angkatan Darat mengungkapkan bahwa jika keadaan menjadi mendesak, pihak militer mungkin merasa perlu untuk menggunakan hak membela diri sesuai dengan prinsip-prinsip internasional," tulis Angkatan Darat Thailand melansir keterangan resminya di platform X.
Menanggapi pernyataan itu, juru bicara Kemhan Kamboja dengan tegas menolak tuduhan yang dianggap tidak memiliki bukti tersebut. Kamboja juga menekankan komitmennya dalam perjanjian gencatan senjata yang dicapai pada 28 Juli lalu.
Baca Juga: Jumlah Personel Militer Korsel Menyusut 20% Dalam Enam Tahun
"Kamboja telah berulang kali mengingatkan Thailand bahwa wilayah-wilayah itu masih menyimpan bahan peledak yang merupakan sisa-sisa perang. Dalam hal ini, semua pihak harus menahan diri untuk tidak membuat kesimpulan publik sebelum menemukan kebenaran demi menegakkan keadilan dan menghindari kesalahpahaman yang dapat meningkatkan ketegangan dan konfrontasi," katanya. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































