HANKAM

Ada Proyek Pemusatan MRO Pesawat Hercules, PTDI Ikut Pindah ke Kertajati

Gita Amperiawan
Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia Gita Amperiawan. (IDM/Nirmala Maulana)

Jakarta, IDM – Industri dirgantara nasional, PT Dirgantara Indonesia (PTDI) Persero akan berpindah dari Bandung ke kawasan Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, setelah pemerintah berencana menjadikan Bandar Udara (Bandara) Kertajati sebagai pusat maintenance, repair, and overhaul (MRO) atau pemeliharaan dan perawatan pesawat angkut Hercules C-130 di kawasan Asia.

Rencana itu muncul setelah Indonesia ditawari Amerika Serikat (AS) untuk menjadi pusat pemeliharaan dan perawatan pesawat angkut produksi Lockheed Martin tersebut.

Baca Juga: Simulasi Latihan Perang, Marinir TNI AL Padukan Infanteri dan Tank

Sejalan dengan hal itu, pemerintah Indonesia kemudian ingin membangun ekosistem industri makro kedirgantaraan melalui konsep sustainable aerospace park di Bandara Kertajati. PTDI pun akan dimasukkan ke dalam konsep tersebut.

“Jadi PT Dirgantara Indonesia akan mengikuti arahan dan kebijakan yang diambil oleh pemerintah, dalam hal ini adalah Kementerian Pertahanan. Arahannya adalah pada akhirnya keseluruhan (PTDI) itu harus berada di Kertajati. Tentunya tahapannya sedang berproses,” kata Direktur Utama PTDI Gita Amperiawan dalam acara “Eksplorasi Industri Pertahanan: Defence for Economic” di hanggar PTDI, Bandung, Jawa Barat, Selasa (20/10).

Untuk tahap awal, PTDI berencana memindahkan flight test atau tes pesawat ke Bandara Kertajati.

“Mungkin flight test dulu, kan Bandung ini sudah sibuk dengan komersial. Nanti flight test kami pindahkan ke Kertajati,” tutur Gita.

Dengan ekspansi makin luas, Gita berharap lebih banyak penyerapan tenaga kerja oleh PTDI.

Baca Juga: Mayor Cpm Hugo Raih Dua Penghargaan di Filipina

Adapun konsep sustainable aerospace park di Kertajati itu diharapkan dapat memperkuat industri kedirgantaraan nasional, meningkatkan kapasitas maintenance dalam negeri, serta mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan dan industri pertahanan nasional.

“(Konsep itu) masih bagian dalam proses dan itu tetap kita tindaklanjuti sesuai dengan hasil kesepakatan Bapak Menteri Pertahanan (Sjafrie Sjamsoeddin) dengan Secretary of Defense (Menteri Perang AS Peter Brian Hegseth),” kata Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan RI Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.