Juru Bicara Korps Garda Revolusi Islam Iran (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC), Hossein Mohebi, menuntut bukti atas klaim Amerika Serikat (AS) bahwa Selat Hormuz telah sepenuhnya bebas dari ranjau laut.
Komando Pusat Amerika Serikat (AS) atau CENTCOM menyatakan bahwa pihaknya telah mengawal lebih dari 3.000 kapal komersial melintasi Selat Hormuz selama enam bulan terakhir.
Qatar menyerukan negara-negara Teluk untuk meningkatkan upaya dalam melindungi jalur maritim di tengah konflik yang terus berkecamuk dan mengancam keamanan.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei menyatakan bahwa perundingan damai dengan Amerika Serikat (AS) melalui mediator fokus pada pengaturan Selat Hormuz.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi mengatakan bahwa pihaknya kembali berdiskusi dengan Qatar mengenai proposal Iran terkait Hormuz. Ia menuturkan, proposal itu akan disampaikan Qatar kepada Amerika Serikat (AS).
Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa jalur diplomatik untuk menyelesaikan perang akan tetapi terbuka. Namun, Iran siap untuk hadapi agresi lainnya dan berperang skala besar dengan Amerika Serikat (AS).
Komandan militer Amerika Serikat (AS) menyatakan bahwa pihaknya telah mendukung transit lebih dari satu miliar barel minyak mentah melalui Selat Hormuz selama dua bulan terakhir.
Kim Yo Jong, saudara Presiden Korea Utara (Korut) Kim Jong Un, mengecam latihan maritim multinasional yang dipimpin Amerika Serikat (AS). Ia menegaskan Korut akan "meningkatkan pencegahan perang nuklir."
Menteri Luar Negeri (Menlu) Korea Selatan (Korsel) Cho Hyun mengatakan bahwa pihaknya belum memutuskan untuk mengerahkan pasukan militer ke Selat Hormuz.
Sebuah kapal komersial dihantam oleh proyektil tak dikenal di Selat Hormuz pada beberapa waktu lalu. Hal itu diungkapkan oleh UK Maritime Trade Operations (UKMTO), badan yang mengoordinasikan informasi guna menjaga keselamatan kapal komersial dari berbagai ancaman saat berlayar.