Negara-negara sekutu Amerika Serikat (AS) telah menolak seruan untuk mengerahkan pasukan militer ke Selat Hormuz dan menekankan mereka tidak terlibat dalam konflik yang terus berkecamuk dengan Iran.
Denmark mengambil sikap yang cukup mengejutkan di tengah memanasnya konflik Timur Tengah. Meski tidak mendukung keputusan Amerika Serikat (AS) dan Israel untuk berperang dengan Iran, Denmark justru memberi sinyal ingin tetap membantu mengamankan Selat Hormuz.
Iran menekankan bahwa Selat Hormuz ditutup bagi pihak yang mereka anggap musuh. Iran juga siap untuk terus meluncurkan serangan balasan terhadap Israel dan Amerika Serikat (AS) sepanjang yang dibutuhkan.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kini sedang "gigit jari". Rencananya membentuk koalisi militer internasional untuk mengamankan Selat Hormuz justru mendapat respons dingin dari para sekutu dekatnya. Hingga saat ini, sedikitnya ada enam negara besar yang secara terang-terangan menolak atau masih "jual mahal" terhadap permintaan Washington.
Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei menyerukan persatuan nasional dan mengatakan bahwa Selat Hormuz akan terus ditutup untuk menekan musuh. Ia juga memberi peringatan tegas, yang ditujukan kepada Amerika Serikat (AS) serta Israel.
Pemerintah Indonesia melalui KBRI Abu Dhabi terus memantau secara intensif perkembangan insiden meledaknya kapal Musaffah 2 di sekitar Selat Hormuz yang mengakibatkan sejumlah awak kapal menjadi korban, termasuk warga negara Indonesia (WNI).
Pengiriman minyak lewat Selat Hormuz tertahan akibat ketegangan di kawasan Timur Tengah setelah Amerika Serikat (AS) dan Israel menyerang Iran, Sabtu (28/2).
TNI AL menaruh perhatian serius terhadap aktivitas bawah air di titik-titik sempit strategis (choke points) perairan Indonesia. Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut (Asops KSAL) Laksda Yayan Sofiyan menegaskan, Indonesia harus memiliki kemampuan deteksi setiap pergerakan bawah laut secara berkala untuk menjaga kedaulatan negara.
Iran mengatakan bahwa mereka memiliki kendali penuh atas daratan, perairan, dan wilayah udara Selat Hormuz di tengah kekhawatiran akan kemungkinan serangan Amerika Serikat (AS) terhadap Teheran.
Militer Iran dikabarkan telah memasang ranjau laut ke kapal-kapal angkatan lautnya di Teluk Persia pada bulan lalu, sebagai bagian dari kemungkinan menutup Selat Hormuz.