Sekutu AS Tolak Kirim Armada Militer ke Selat Hormuz

Jakarta, IDM – Negara-negara sekutu Amerika Serikat (AS) telah menolak seruan untuk mengerahkan pasukan militer ke Selat Hormuz dan menekankan mereka tidak terlibat dalam konflik yang terus berkecamuk dengan Iran.
Melansir AA, Selasa (17/3), Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius memperingatkan bahwa pengerahan pasukan di luar wilayah NATO akan membutuhkan persetujuan hukum dan parlemen.
Baca Juga: Ogah Dukung Perang Iran, Mengapa Denmark Tetap Buka Peluang Kirim Militer ke Hormuz?
“Ini bukan perang kami, kami tidak memulainya. Kami menginginkan solusi diplomatik dan penyelesaian konflik yang cepat," ujarnya.
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer turut menolak tekanan AS untuk bergabung dalam operasi militer di wilayah tersebut. Ia menyatakan, Inggris tidak akan terlibat dalam perang yang berkelanjutan dan bukan prioritas NATO.
Penolakan juga muncul dari Uni Eropa, yang menekankan bahwa prioritas blok itu adalah memperkuat keamanan maritim melalui upaya diplomatik yang intensif. "Tidak ada yang ingin secara aktif terlibat dalam perang ini," kata Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas setelah pertemuan antarmenteri luar negeri Uni Eropa di Brussels.
Baca Juga: Iran Tutup Selat Hormuz untuk ‘Musuh’
Pernyataan-pernyataan ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengklaim terdapat banyak negara yang sedang bersiap untuk membantunya membuka kembali Selat Hormuz. Namun, ia tidak menyebutkan nama negara tersebut.
Sejak diserang AS-Israel pada 28 Februari, Iran memutuskan untuk membatasi jalur Selat Hormuz bagi negara-negara yang dianggap 'musuh'. Sebelum konflik, sekitar 20 juta barel minyak melewati selat ini setiap harinya. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































