HANKAM

Belajar dari Iran, TNI AL Harus Mampu Deteksi Kapal Selam Asing di Choke Point

KRI Alugoro-405
KRI Alugoro-405 saat melakukan passing exercise (passex). (Foto: Dok. Koarmada II)

Jakarta, IDM – TNI AL menaruh perhatian serius terhadap aktivitas bawah air di titik-titik sempit strategis (choke points) perairan Indonesia. Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut (Asops KSAL) Laksda Yayan Sofiyan menegaskan, Indonesia harus memiliki kemampuan deteksi setiap pergerakan bawah laut secara berkala untuk menjaga kedaulatan negara.

Yayan menganalogikan langkah strategis ini dengan keberhasilan Iran dalam menguasai Selat Hormuz. Menurutnya, Indonesia pun memiliki potensi serupa untuk melaksanakan pengendalian global, khususnya di wilayah krusial seperti Selat Malaka yang menjadi urat nadi perdagangan dunia.

"Bagaimana kita menguasai Selat Malaka? Sama halnya yang dilaksanakan oleh Iran sekarang, bagaimana Iran menguasai Selat Hormuz. Kita pun bisa melaksanakan pengendalian secara global untuk melaksanakan penguasaan di Selat Malaka," ujar Yayan dalam diskusi Semar Sentinel di Jakarta, Rabu (25/2).

Baca Juga: Targetkan Internet-Energi Musuh Drop 90%, TNI AL Siap Perang Sabotase Dasar Laut

Pasang 'Mata' di Bawah Laut

Untuk mewujudkan penguasaan tersebut, TNI AL memproyeksikan pembangunan sistem pengawasan bawah air (underwater surveillance system) yang mumpuni. Teknologi ini nantinya akan berfungsi sebagai "mata" yang memantau aktivitas kapal selam maupun wahana bawah air lainnya selama 24 jam penuh.

Yayan menyoroti pentingnya pemasangan sensor-sensor bawah laut atau SOSUS di sejumlah choke points strategis. Dengan sistem ini, TNI AL dapat mengidentifikasi keberadaan kapal selam asing yang mencoba melintas secara diam-diam di bawah lapisan perairan Indonesia.

Kapal selam kelas Ghadir
Potret kapal selam kelas Ghadir milik Angkatan Laut Iran yang dirancang khusus untuk perairan dangkal dan sempit. (Foto: Dok. Instagram @WarshipCam)

"Kita harus mampu mengamati aktivitas bawah laut dari hari ke hari, menit ke menit, hingga detik ke detik," tegasnya.

Paksa Kapal Selam Asing 'Muncul'

Langkah deteksi ini bukan sekadar pemantauan, melainkan bagian dari upaya "pemaksaan pentaatan" sesuai aturan hukum laut internasional (UNCLOS). Berdasarkan aturan tersebut, kapal selam asing yang melaksanakan lintas damai wajib berlayar di permukaan dan mengibarkan bendera negaranya.

Baca Juga: Dinamika Lingstra Semakin Kompleks, TNI Samakan Persepsi Antarunsur Operasi

Jika sistem sensor mendeteksi adanya kapal selam yang melintas di bawah air secara ilegal, TNI AL akan mengirimkan pesan atau sinyal peringatan. Jika diperlukan, kekuatan permanen maupun wahana otonom akan melakukan penetrasi untuk memaksa kapal tersebut naik ke permukaan.

"Betapa kalau itu terjadi, daya tawar Indonesia pada tatanan regional maupun global akan meningkat. Kita mampu melaksanakan penetrasi untuk memaksa kekuatan bawah laut asing melaksanakan lintas damai sesuai aturan yang ada," pungkas Yayan.

Strategi ini diharapkan dapat menciptakan efek gentar (deterrence effect) yang nyata, sehingga tidak ada lagi kekuatan asing yang berani melakukan "lalu lintas senyap" di wilayah kedaulatan Indonesia. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.