Ketegangan Timur Tengah Setelah AS-Israel Serang Iran, Pengiriman 20 Juta Barel Minyak lewat Selat Hormuz Tertahan

Jakarta, IDM – Pengiriman minyak lewat Selat Hormuz tertahan akibat ketegangan di kawasan Timur Tengah setelah Amerika Serikat (AS) dan Israel menyerang Iran, Sabtu (28/2).
Laporan yang dikutip dari Al Jazeera menyebutkan, beberapa perusahaan minyak terkemuka menangguhkan pengiriman bahan bakar yang melalui Selat Hormuz.
"Kapal kami akan tetap berada di tempat selama beberapa hari," kata seorang pejabat eksekutif sebuah perusahaan terkemuka kepada kantor berita Reuters.
Baca Juga: Ketegangan AS–Iran Meningkat, Indonesia Serukan Penahanan Diri dan Diplomasi
Sekitar 20 juta barel bahan bakar dan minyak mentah seharusnya dijadwalkan dikirim melalui Selat Hormuz, yang melewati Semenanjung Arab dan Iran. Kini, pengiriman minyak mentah itu terhambat yang bisa memicu pasokan global.
Diketahui, AS dan Israel menyerang Iran di tengah perundingan terkait program nuklir, yang dimediasi Oman. Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa serangan itu dilakukan untuk menghilangkan ancaman dari Teheran.
“Belum lama ini, militer AS memulai operasi tempur besar-besaran di Iran. Tujuan kami adalah untuk membela rakyat Amerika dengan menghilangkan ancaman dari rezim Iran,” kata Trump melalui platform X miliknya, Sabtu (28/2).
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa ‘Operasi Lion’s Roar’ dilakukan untuk menghilangkan senjata nuklir Iran. Ia menyebut Iran sebagai rezim teroris yang mengancam seluruh umat manusia.
Baca Juga: Diserang AS dan Israel, Iran Tegaskan Berhak Bela Diri
Merespons itu, militer Iran melakukan serangan balik dengan menyasar pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah, salah satunya markas Angkatan Laut AS di Bahrain.
Pemerintah Iran menegaskan negaranya berhak membela diri usai diserang AS dan Israel. “Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran akan menggunakan hak tersebut sepenuhnya dalam rangka mempertahankan integritas teritorial dan kedaulatan nasional Republik Islam Iran dengan memberikan respons yang tegas dan kuat terhadap agresi rezim zionis Israel dan AS,” tulis keterangan resmi Kedutaan Besar Iran di Jakarta. (nma)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































