Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menolak proposal dari Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz. Ia memilih untuk tetap memberlakukan blokade maritim hingga Iran memenuhi tuntutan AS untuk berhenti mengembangkan nuklir.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim bahwa Iran berasa dalam "keadaan runtuh" dan telah meminta untuk membuka kembali Selat Hormuz sesegera mungkin.
Iran memberi proposal baru ke AS berupa membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri perang. Namun, perundingan terkait nuklir ditunda ke tahap selanjutnya.
Kementerian Pertahanan RI menggelar pertemuan dengan petinggi TNI dan para purnawirawan TNI untuk membahas strategi pertahanan dan dinamika lingkungan strategis.
Inggris dan Prancis akan menggelar pertemuan dengan otoritas militer dari lebih dari 30 negara di Inggris, untuk merumuskan strategi guna membuka kembali Selat Hormuz.
Presiden Cina Xi Jinping menyerukan agar Selat Hormuz kembali menjadi jalur pelayaran komersil tanpa hambatan. Hal itu ia ungkapkan saat percakapan melalui telepon dengan Mohammed bin Salman, sebagai upaya untuk membantu mengakhiri konflik di Iran.
Iran memeringatkan bahwa blokade Amerika Serikat (AS) atas Selat Hormuz dapat mengakhiri gencatan senjata dan memicu eskalasi. Blokade ini dilakukan di tengah upaya para mediator membuka babak baru perundingan damai.
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyatakan bahwa negaranya tidak mendukung blokade atas kapal-kapal Iran yang keluar maupun masuk Selat Hormuz. Ia menekankan, prioritas Inggris adalah membuka kembali selat itu untuk menurunkan harga sumber daya energi khususnya gas dan minyak bumi.