Iran Tawarkan Proposal Baru ke AS

Jakarta, IDM – Iran memberi proposal baru ke AS berupa membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri perang. Namun, perundingan terkait nuklir ditunda ke tahap selanjutnya.
Melansir Axios, Senin (27/4), hal itu diungkapkan oleh otoritas AS dan dua sumber yang mengetahui hal tersebut. Proposal itu diungkapkan saat Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi tiba di Rusia dan akan bertemu Presiden Vladimir Putin.
Baca Juga: Gugurnya Praka Rico di Lebanon Perkuat Desakan Indonesia atas Perlindungan Pasukan Perdamaian PBB
Dalam proposal itu Iran juga ingin AS mengakhiri blokade terhadap kapal-kapal Teheran. Perundingan terkait nuklir hanya akan dimulai pada tahap selanjutnya, setelah selat dibuka dan blokade dicabut.
Pakistan, selaku mediator, disebut telah menerima proposal terbaru Iran dan diteruskan ke AS. Namun, belum jelas apakah AS bersedia untuk mempertimbangkannya.
Baca Juga: Iran-Pakistan Kembali Berunding, Upaya Akhiri Konflik dengan AS
Iran dan AS yang tengah gencatan senjata ini memiliki tuntutan masing-masing, yang membuat kesepakatan damai secara permanen sulit tercapai. Presiden AS Donald Trump berulang kali menekankan bahwa Iran harus mengakhiri program nuklir dan membuka kembali Selat Hormuz, tuntutan yang ditolak Iran.
“Kami memiliki semua kartu. Jika mereka ingin berbicara, mereka dapat datang kepada kami, atau mereka dapat menghubungi kami,” kata Trump. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































