
Wapres AS Sebut Perundingan dengan Iran Alami Kemajuan
Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance yakin bahwa perundingan damai dengan Iran mengalami kemajuan, meskipun terhambat isu mengenai nuklir dan Selat Hormuz.
Ikuti perkembangan, konteks, dan liputan terkait dalam satu tempat.

Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance yakin bahwa perundingan damai dengan Iran mengalami kemajuan, meskipun terhambat isu mengenai nuklir dan Selat Hormuz.

Pembukaan Selat Hormuz merupakan topik utama dalam perundingan damai antara Iran-Amerika Serikat (AS). Hal itu diungkapkan oleh Duta Besar Pakistan untuk Rusia Faisal Niaz Tirmizi.

Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan bahwa pihaknya tidak pernah mempertimbangkan untuk mengerahkan kapal perang ke Selat Hormuz tanpa koordinasi dengan Iran. Hal itu ia ungkapkan setelah Teheran memberi peringatan keras.

Pemerintah Iran telah memberi tanggapan atas proposal Amerika Serikat (AS) untuk mengakhiri konflik, yang disampaikan melalui Pakistan selaku mediator. Presiden AS Donald Trump menyebut tanggapan Iran "tidak dapat diterima."

Iran akui telah meluncurkan serangan rudal dan drone terhadap kapal-kapal militer Amerika Serikat (AS) di dekat Selat Hormuz pada beberapa waktu lalu.

Amerika Serikat (AS) melakukan serangan terhadap Iran. Serangan ini diklaim sebagai bentuk bela diri atas serangan Iran ke kapal Angkatan Laut AS yang melintasi Selat Hormuz menuju Teluk Oman pada beberapa waktu lalu.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa operasi militer AS untuk mengawal kapal-kapal komersil yang terdampar akibat blokade Iran di Selat Hormuz telah dihentikan sementara.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi bertemu Menlu Cina Wang Yi di Beijing pada Rabu (6/5). Pertemuan ini dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat (AS) terkait Selat Hormuz.

Militer Iran (Islamic Revolutionary Guards Corps/ IRGC) memperingatkan bahwa mereka akan menargetkan pasukan Amerika Serikat (AS) jika mencoba mendekati atau memasuki Selat Hormuz, yang akan memperburuk ketegangan di wilayah tersebut.

Komando Pusat AS (US CENTCOM) mengatakan bahwa pihaknya akan meluncurkan misi yang mendukung kapal komersil untuk bebas melintasi Selat Hormuz di tengah gencatan senjata dengan Iran.