Pembukaan Selat Hormuz Menjadi Topik Utama Perundingan Iran-AS

Jakarta, IDM – Pembukaan Selat Hormuz merupakan topik utama dalam perundingan damai antara Iran-Amerika Serikat (AS). Hal itu diungkapkan oleh Duta Besar Pakistan untuk Rusia Faisal Niaz Tirmizi.
Baca Juga: Korut Ikut Parade Victory Day, Korsel: Hubungan dengan Rusia Semakin Erat
Melansir Tass, Selasa (12/5), ketika ia ditanya tentang topik utama dalam negosiasi dan perbedaan pendapat yang menghambat progres, ia mengatakan bahwa "Masalah yang paling mendesak saat ini adalah pembukaan Selat Hormuz, yang bahkan tidak ada dalam pembahasan di awal. Terus terang, karena negosiasi ini sangat rahasia dan kami tidak mengetahui rinciannya, yang terpenting adalah pembukaan Selat Hormuz."
Ia menyoroti sebanyak 22% minyak dunia, pupuk dan bahan baku untuk produksi pupuk, melewati selat tersebut. Selain itu, sekitar 30 juta ekspatriat tinggal di wilayah Teluk Persia. Menurutnya, warga India merupakan kelompok terbesar, berjumlah sekitar 10 juta, diikuti oleh warga Pakistan, Bangladesh, Filipina, Sri Lanka, Nepal, dan orang-orang dari negara-negara Afrika dan Amerika Latin.
Baca Juga: Macron Respons Peringatan Iran atas Kapal Perang di Selat Hormuz
"Dengan kata lain, banyak sekali orang yang tinggal di bagian dunia ini. Sejumlah besar kiriman uang juga mengalir dari negara-negara Teluk Persia ke negara-negara ini. Oleh karena itu, kemungkinan besar kita akan mampu membawa seluruh konflik ini menuju penyelesaian damai," tegasnya. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































