Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi menilai bahwa ancaman sanksi ekonomi paling keras dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, yang disebut sebagai 'Economic D-Day', hanyalah pengalihan atas krisis utang negara tersebut.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Pakistan, Tahir Andrabi menyatakan pihaknya terus melakukan segala upaya untuk membawa Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali ke meja perundingan.
Di tengah konflik Iran dengan Amerika Serikat (AS), kelompok militan Houthi yang berbasis di Yaman mengancam akan melakukan blokade maritim terhadap Arab Saudi di Selat Bab al-Mandeb.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengungkapkan bahwa langkah-langkah penting telah disepakati untuk membuka jalur bagi perundingan lanjutan menuju kesepakatan akhir dengan Amerika Serikat (AS).
Wakil Menteri Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh mengatakan bahwa pihaknya siap melanjutkan proses diplomatik dengan Amerika Serikat (AS). Namun, AS harus serius menghormati kesepakatan dan memastikan Israel mematuhi ketentuan dalam Nota Kesepahaman (MoU).
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf dijadwalkan untuk segera menandatangani kesepakatan damai dengan Amerika Serikat (AS).
Imbas kembali terjadinya eskalasi konflik antara Amerika Serikat, sejumlah respons datang dari berbagai pihak, salah satunya Oleh Soleh, Anggota Komisi I DPR RI.
Iran menetapkan lima syarat untuk kemungkinan perundingan damai dengan Amerika Serikat (AS). Syarat-syarat itu disebut sebagai jaminan minimum untuk memulai perundingan yang kedua.
Pembukaan Selat Hormuz merupakan topik utama dalam perundingan damai antara Iran-Amerika Serikat (AS). Hal itu diungkapkan oleh Duta Besar Pakistan untuk Rusia Faisal Niaz Tirmizi.
Dinamika geopolitik di Timur Tengah kian memanas seiring meningkatnya eskalasi konflik antara Iran, Amerika Serikat (AS), dan Israel. Kondisi ini memicu respons serius dari jajaran TNI AL. Melalui Pusat Pengkajian Maritim (Pusjianmar) Seskoal, TNI AL memperingatkan adanya ancaman nyata terhadap jalur-jalur laut sempit yang strategis atau chokepoints dunia.