Pakistan Terus Dorong Iran-AS Kembali ke Meja Perundingan

Jakarta, IDM – Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Pakistan, Tahir Andrabi menyatakan pihaknya terus melakukan segala upaya untuk membawa Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali ke meja perundingan.
Melansir Anadolu, Kamis (30/7), ia menyebut negosiasi sedang berlangsung untuk menormalkan situasi, khususnya terkait Selat Hormuz berdasarkan Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad yang ditandatangani bulan lalu.
Baca Juga: Indonesia Dorong ASEAN Perkuat Arsitektur Ketahanan Bencana
Ia menekankan, Pakistan selalu mendukung dialog dan diplomasi, yang menjadi satu-satunya jalan untuk ditempuh. "Kami menyambut semua upaya yang bertujuan untuk mempertahankan penghentian permusuhan dan dimulainya kembali dialog antara Iran dan AS," katanya.
"Pakistan melakukan segala upaya agar semua hal yang mengganggu dapat dihilangkan sesuai dengan semangat perjanjian dan pernyataan bersama Pakistan-Qatar pada 22 Juni," tambahnya.
Ia mendesak kedua negara untuk menahan diri semaksimal mungkin dan sepenuhnya mematuhi komitmen mereka untuk melanjutkan pembicaraan tingkat teknis yang sempat terhenti.
Baca Juga: AS-UEA Sepakat Bentuk Satgas AI Militer
Sebelumnya, Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei menekankan bahwa penghentian serangan Israel ke Lebanon merupakan syarat sekaligus klausul pertama MoU untuk mengakhiri konflik.
Kedua negara kini kembali berkecamuk walaupun sempat jeda karena Selat Hormuz. Iran bersikeras bahwa AS telah melanggar kesepakatan terkait pengelolaan jalur strategis tersebut. Sedangkan, AS mengklaim operasi militer di selat guna memastikannya tetap terbuka bagi kapal-kapal komersial.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































