Iran-AS akan Segera Teken Kesepakatan Damai di Swiss

Jakarta, IDM – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf dijadwalkan untuk segera menandatangani kesepakatan damai dengan Amerika Serikat (AS).
Melansir The New York Times, Senin (15/6), penandatanganan itu akan dilakukan di Jenewa, Swiss pada 19 Juni mendatang. Delegasi AS diperkirakan akan dipimpin oleh Wakil Presiden JD Vance.
Baca Juga: AS-Iran Capai Kesepakatan Damai, Sekjen PBB: Fundamental untuk Akhiri Konflik
Jika itu terwujud, akan menandai pertemuan tingkat tertinggi antara Washington dan Teheran dalam 47 tahun terakhir. Sebelumnya, Vance tidak menampik kemungkinan bahwa Presiden AS Donald Trump juga mungkin menghadiri penandatanganan tersebut.
“Masalah organisasi mengenai siapa yang akan hadir pada upacara penandatanganan masih dibahas. Saya pasti akan hadir, namun ada kemungkinan presiden juga akan bergabung dalam acara tersebut,” katanya.
Baca Juga: Trump Ungkap AS dan Iran Capai Kesepakatan Damai
Tercapainya kesepakatan kedua negara diungkapkan oleh Trump melalui platform Truth Social miliknya, dan mengatakan bahwa Selat Hormuz kembali dibuka tanpa penerapan tarif bagi kapal-kapal yang melintas.
Sementara, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengatakan kesepakatan itu diraih setelah negosiasi intensif, dan operasi militer di semua lini akan dihentikan, termasuk di Lebanon.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































