
Swiss: Perundingan AS-Iran Hari Ini Batal
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Swiss menyatakan bahwa perundingan antara Amerika Serikat (AS)-Iran yang dijadwalkan berlangsung pada hari ini dibatalkan.
Ikuti perkembangan, konteks, dan liputan terkait dalam satu tempat.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Swiss menyatakan bahwa perundingan antara Amerika Serikat (AS)-Iran yang dijadwalkan berlangsung pada hari ini dibatalkan.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf dijadwalkan untuk segera menandatangani kesepakatan damai dengan Amerika Serikat (AS).

Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance yakin bahwa perundingan damai dengan Iran mengalami kemajuan, meskipun terhambat isu mengenai nuklir dan Selat Hormuz.

Amerika Serikat (AS) dan Iran gagal mencapai kesepakatan usai berunding selama 21 jam di Islamabad pada beberapa waktu lalu. Masing-masing pihak menyatakan alasan tersendiri mengapa perundingan tersebut gagal.

Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance mengatakan bahwa pihaknya tidak akan membiarkan Iran untuk memiliki senjata nuklir. Ia menekankan, diplomasi tetap menjadi pilihan utama tapi tidak mengesampingkan opsi lain termasuk kekuatan militer.

Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance mengatakan bahwa negaranya telah menjamin keamanan Greenland dan oleh karena itu harus memiliki hak atas sumber daya alam wilayah tersebut.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyetujui rencana untuk mewujudkan perdamaian antara Rusia-Ukraina. Rencana yang berisi 28 poin itu dikabarkan telah disusun selama beberapa minggu terakhir berdasarkan perundingan dengan masing-masing negara.

Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance mengatakan bahwa Presiden Donald Trump tidak berencana untuk mengerahkan pasukan bersenjata ke Israel maupun Gaza.

Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance mengungkapkan bahwa pihaknya sedang mempertimbangkan permintaan Ukraina atas rudal jarak jauh Tomahawk guna menghadapi serangan Rusia.

Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance mengatakan bahwa negaranya tidak berperang dengan negara Iran melainkan dengan program nuklirnya. Hal itu ia ungkapkan usai AS meluncurkan serangan udara ke tiga fasilitas nuklir Iran pada beberapa waktu lalu.