Wapres AS Sebut tak akan Kirim Pasukan ke Israel-Gaza

Jakarta, IDM – Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance mengatakan bahwa Presiden Donald Trump tidak berencana untuk mengerahkan pasukan bersenjata ke Israel maupun Gaza.
Hal itu diungkapkan menyoroti isu pengerahan pasukan AS guna menjamin gencatan senjata, melansir NBC News, Senin (13/10). Ia menuturkan, AS telah memiliki Komando Pusat AS (US Central Command/US Centcom) yang bertugas di regional Timur Tengah. Pasukan inilah yang akan memonitor berjalannya gencatan senjata tanpa harus turun langsung ke Gaza maupun Israel.
Baca Juga: Menlu Sugiono: Indonesia Siap jadi Jembatan Korea Utara ke ASEAN
"Kami tidak berencana untuk mengerahkan pasukan darat. Yang sudah kami miliki adalah US Centcom. Kami sudah menugaskan pasukan di regional tersebut. Mereka akan memantau ketentuan gencatan senjata. Mereka akan memantau, memastikan bahwa bantuan kemanusiaan mengalir," imbuhnya.
"Mereka sebenarnya telah mengonfirmasi kemarin bahwa Israel mundur ke garis yang disepakati, yang merupakan syarat pertama. Syarat kedua adalah para sandera dibebaskan. Jadi, kami memiliki pasukan di wilayah tersebut yang akan memantau proposal ini, tetapi presiden tidak berencana untuk mengerahkan pasukan darat di Israel," jelasnya.
Lebih lanjut, ia pun menyatakan telah menerima banyak tawaran dari negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim untuk mengirim pasukan perdamaian.
"Kami telah menerima tawaran dari sejumlah negara mayoritas Muslim untuk menempatkan pasukan di wilayah tersebut guna mengamankan Gaza. Pasukan Amerika tidak perlu untuk berada di Gaza," ujarnya.
Baca Juga: Setelah 12 Tahun, Indonesia Kembali Kirim Menlu ke Korea Utara
Terkait pembebasan tawanan Israel, kata dia, akan berlangsung segera. Trump akan turut hadir dalam pertemuan di resor Sharm el-Sheikh, Mesir pada Senin (13/10), bersama lebih dari 20 pemimpin dunia lainnya guna membahas langkah lanjutan dari kesepakatan damai tersebut.
"Kita harus melakukan banyak upaya untuk memastikan gencatan senjata tetap berakhir," pungkasnya. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































