Trump Dukung Rencana Perdamaian Rusia-Ukraina yang Baru

Jakarta, IDM – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyetujui rencana untuk mewujudkan perdamaian antara Rusia-Ukraina. Rencana yang berisi 28 poin itu dikabarkan telah disusun selama beberapa minggu terakhir berdasarkan perundingan dengan masing-masing negara.
Baca Juga: Zelensky Ingin Kembali Melakukan Pertukaran Tawanan Skala Besar
"Rencana itu berfokus pada pemberian jaminan keamanan bagi kedua belah pihak untuk mewujudkan perdamaian abadi. Rencana tersebut mencakup hal-hal yang diinginkan dan dibutuhkan Ukraina untuk mencapai perdamaian abadi," ujar seorang pejabat senior AS, melansir NBC, Kamis (20/11).
Pejabat itu tidak mengungkapkan lebih lanjut rencana yang disebut masih perlu perundingan tersebut. Senada, tiga pejabat AS lainnya juga mengatakan bahwa kerangka kerja untuk kesepakatan damai belum disampaikan kepada Ukraina.
Baca Juga: Turki Dorong Perundingan Damai Rusia-Ukraina Berlanjut
Adapun, perumusan rencana itu melibatkan Utusan Khusus AS Steve Witkoff, Wakil Presiden JD Vance, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, dan Jared Kushner. Rencana perdamaian itu terinspirasi dari proposal serupa yang diterapkan di Gaza. (bp)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































