INTERNASIONAL

21 Jam Berunding, AS-Iran Gagal Capai Kesepakatan

Wakil Presiden AS JD Vance
Wakil Presiden AS JD Vance di Islamabad, Pakistan. (Foto: Dok. YouTube/The White House)

Jakarta, IDM – Amerika Serikat (AS) dan Iran gagal mencapai kesepakatan usai berunding selama 21 jam di Islamabad, Pakistan, Minggu (12/4).

Masing-masing pihak menyatakan alasan tersendiri mengapa perundingan tersebut gagal.

Wakil Presiden AS, JD Vance, menuduh Iran menolak syarat-syarat dari negaranya, khususnya komitmen Iran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir secara permanen.

Baca Juga: Menhan Spanyol Kunjungi KBRI Madrid, Ucapkan Bela Sungkawa Gugurnya Tiga Prajurit TNI UNIFIL

“Kita perlu melihat komitmen tegas bahwa mereka tidak akan berupaya mendapatkan senjata nuklir dan mereka tidak akan berupaya mendapatkan alat-alat yang memungkinkan mereka untuk dengan cepat memperoleh senjata nuklir,” kata Vance melansir Al Jazeera, Senin (13/4).

Sementara, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf selaku pemimpin delegasi di Islamabad, mengatakan bahwa pihaknya telah mengusulkan inisiatif "berwawasan ke depan". Namun, AS gagal mendapat kepercayaan Iran.

“AS telah memahami logika dan prinsip Iran, dan sekarang saatnya bagi mereka untuk memutuskan apakah mereka dapat memperoleh kepercayaan kita atau tidak,” kata Ghalibaf melalui platform X miliknya.

Baca Juga: Trump Kembali Peringatkan NATO karena Hal Ini

Senada, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa ketika AS dan Iran gagal menyepakati kesepakatan, permusuhan terus terjadi.

Sebelumnya, ia menekankan bahwa salah satu tuntutan Iran adalah penghentian serangan di seluruh front termasuk di Lebanon.

AS dan Iran telah berkonflik selama 40 hari, sebelum akhirnya gencatan senjata bersyarat selama dua minggu, sejak 7 April 2026. Namun, kini dengan gagalnya kesepakatan damai secara permanen, dinamika keamanan semakin tidak dapat diprediksi. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.