Usai Serang Fasilitas Nuklir, AS Sebut Tak Ingin Berperang dengan Iran

Jakarta, IDM – Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance mengatakan bahwa negaranya tidak berperang dengan negara Iran melainkan dengan program nuklirnya. Hal itu ia ungkapkan usai AS meluncurkan serangan udara ke tiga fasilitas nuklir Iran pada beberapa waktu lalu.
"Kami tidak sedang berperang dengan Iran. Kami menghancurkan program nuklir Iran. Kami tidak menginginkan perang dengan Iran. Kami sebenarnya menginginkan perdamaian, tetapi kami menginginkan perdamaian dalam konteks mereka tidak memiliki program senjata nuklir dan itulah yang dicapai Presiden," kata Vance melansir Whitehouse.gov, laman kepresidenan AS, Senin (23/6).
Baca Juga: AS Ikut Serang Iran, 29 WNI Dievakuasi Gelombang Pertama Dari Wilayah Konflik
AS telah meluncurkan serangan udara ke tiga lokasi nuklir Iran di Fordow, Natanz, dan Isfahan, di tengah berlangsung konflik Israel-Iran. Trump mengungkapkan, AS menggunakan enam 'bom penghancur bunker', yang masing-masing berbobot 15 ton dalam serangannya terhadap fasilitas nuklir Fordow.
Keenam rudal itu dijatuhkan dari pesawat pengebom B-2, yang dikawal oleh pesawat tempur F-22 dan F-16. Pesawat perang elektronik EA-18 Growler juga disebut turut dikerahkan AS.
Lebih lanjut, Vance menuturkan bahwa operasi itu berhasil memukul kemampuan nuklir Iran secara signifikan. Menurutnya, hal itu dilakukan karena Iran tidak mau menempuh jalur diplomasi dan memperingatkan akan terdapat konsekuensi fatal jika Teheran memilih membalas serangan AS tersebut.
Baca Juga: Serang Fasilitas Nuklir Iran, AS Kerahkan Pesawat Pengebom B-2 dan 30 Rudal Tomahawk
"Kami siap jika Iran melakukan serangan balasan, tapi jika Iran ingin memperbesar masalah ini dengan menyerang pasukan Amerika, saya pikir itu akan menjadi kesalahan besar," ujarnya.
"Pandangan kami sudah sangat jelas bahwa kami tidak menginginkan pergantian rezim. Kami ingin mengakhiri program nuklir mereka, dan kemudian kami ingin berbicara dengan Iran mengenai penyelesaian jangka panjang," pungkasnya. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































