AS-Iran Capai Kesepakatan Damai, Sekjen PBB: Fundamental untuk Akhiri Konflik

Jakarta, IDM – Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyambut positif tercapainya kesepakatan damai antara AS dan Iran. Menurutnya, hal itu merupakan langkah penting untuk mengakhiri konflik secara permanen.
Baca Juga: AS Tembak Jatuh Drone Iran yang Targetkan Kapal Komersial
"Saya dengan hangat mengucapkan selamat kepada AS dan Iran atas tercapainya kesepakatan damai yang menjamin gencatan senjata segera dan permanen, pembukaan kembali Selat Hormuz, serta kerangka kerja untuk negosiasi lebih lanjut. Ini merupakan langkah penting menuju penyelesaian konflik secara damai," imbuhnya melalui platform X, Senin (15/6).
Pernyataan itu disampaikan setelah Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengumumkan bahwa AS dan Iran telah mencapai kesepakatan damai usai negosiasi intensif. Sharif juga menyebut kedua pihak akan menghentikan operasi militer di semua lini, termasuk di Lebanon.
Baca Juga: Trump Ungkap AS dan Iran Capai Kesepakatan Damai
Guterres juga mengucapkan terima kasih kepada Turki, Pakistan, Qatar, Mesir, Arab Saudi, dan negara-negara regional lainnya atas "peran konstruktif" mereka dalam mendukung negosiasi tersebut.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































