Iran Akui Siap untuk Lanjut Proses Diplomatik dengan AS

Jakarta, IDM – Wakil Menteri Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh mengatakan bahwa pihaknya siap melanjutkan proses diplomatik dengan Amerika Serikat (AS). Namun, AS harus serius menghormati kesepakatan dan memastikan Israel mematuhi ketentuan dalam Nota Kesepahaman (MoU).
“Kami siap untuk melangkah maju selangkah demi selangkah, jika pihak lain menunjukkan keseriusan yang sama,” kata Khatibzadeh melansir Al Jazeera, Sabtu (20/6).
Baca Juga: TNI AD Ganti 7 Dandim Sekaligus di NTT, Ini Alasannya
Hal itu ia ungkapkan setelah perundingan dengan AS yang dijadwalkan di Swiss kemarin dibatalkan. Ia pun mengecam serangan berkelanjutan Israel di Lebanon.
Ia menekankan, Iran berupaya mencapai "perdamaian di semua lini, termasuk Gaza". Mengakhiri konflik di Lebanon turut menjadi bagian integral, yang tercantun dalam Pasal 1 MoU antara Iran-AS.
“Tidak akan ada perdamaian atau stabilitas di Lebanon dan kawasan ini tanpa mengakhiri pendudukan dan komitmen Israel terhadap hukum internasional,” tambahnya.
Baca Juga: Satgas Kizi TNI Konga XX-V Terima Medali Kehormatan PBB dari Komandan MONUSCO
Mengenai Selat Hormuz, Iran akan terus membuka layanan navigasi berkoordinasi dengan Oman dan sesuai hukum internasional.
Ia menuturkan, Iran tidak akan menetapkan biaya lalu lintas maritim selama periode 60 hari seperti yang diuraikan dalam MoU. Namun, Iran akan membentuk mekanisme baru untuk mengelola Selat Hormuz dan dipresentasikan kepada negara-negara regional. Ia juga mengatakan bahwa setiap perjanjian harus mencakup pelepasan semua aset Iran yang dibekukan.
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































