Iran Beri 5 Syarat untuk Mulai Negosiasi dengan AS

Jakarta, IDM – Iran menetapkan lima syarat untuk kemungkinan perundingan damai dengan Amerika Serikat (AS). Syarat-syarat itu disebut sebagai jaminan minimum untuk memulai perundingan yang kedua.
Melansir Fars News, Rabu (13/5), sumber yang mengetahui hal itu menyatakan bahwa lima syarat Iran yakni mengakhiri konflik di semua garda termasuk Lebanon, pencabutan sanksi AS, dan pencairan aset yang dibekukan.
Baca Juga: Presiden Prabowo Terima Kunjungan Rosatom, Perusahaan Pembangkit Nuklir Rusia
"Serta ganti rugi atas kerusakan yang disebabkan oleh perang dan pengakuan kedaulatan Iran atas Selat Hormuz," kata sumber tersebut.
Iran juga memberi tahu Pakistan, selaku mediator, bahwa blokade Angkatan Laut AS di Laut Arab dan Teluk Oman yang berkelanjutan bahkan setelah gencatan senjata semakin memperkuat ketidakpercayaan Teheran.
Baca Juga: Cina Bantah Bantu Iran Produksi Rudal
Dengan demikian, kelima syarat itu merupakan jaminan minimum dalam membangun kepercayaan terhadap AS dan kembali ke meja perundingan. Iran menilai perundingan tidak dapat dimulai tanpa implementasi syarat tersebut.
Adapun, kelima syarat itu merupakan tanggapan terhadap proposal AS yang terdiri dari 14 poin. Menurut sumber Iran, proposal AS "sepenuhnya sepihak" dan bertujuan untuk mengamankan kepentingan AS yang gagal dicapai selama konflik. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































