Trump Ancam Hancurkan Ekonomi, Iran Sindir Utang AS

Jakarta, IDM – Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi menilai bahwa ancaman sanksi ekonomi paling keras dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, yang disebut sebagai 'Economic D-Day', hanyalah pengalihan atas krisis utang negara tersebut.
Baca Juga: Ilusi! Israel Bertanggung Jawab atas Kematian Hind Rajab
"Apa yang disebut sebagai 'Economic D-Day' hanyalah pengalihan perhatian dari krisis yang dihadapi Amerika sendiri: utang yang belum pernah terjadi sebelumnya dan lonjakan biaya bunga," katanya melalui platform X @Araghchi, Jumat (21/8).
"Bersikeras melanjutkan kebijakan yang telah gagal hanya akan berujung pada kekalahan lebih lanjut serta memicu permusuhan rakyat Iran. Terorisme ekonomi AS mengancam perekonomian global dan kedaulatan di seluruh dunia," sambungnya.
Hal itu ia ungkapkan setelah Trump mengumumkan langkah terbaru untuk mengisolasi ekonomi Iran. Trump juga memperingatkan negara mana pun yang membantu atau berbisnis dengan Teheran akan "konsekuensi ekonomi yang luar biasa". Namun, belum diketahui langkah apa atau negara mana yang akan dijatuhi sanksi.
Baca Juga: IDF Akui Tembak Mobil yang Ditumpangi Hind Rajab, Bocah Lima Tahun di Gaza
Menanggapi pernyataan Trump, Juru Bicara Kemlu Cina Lin Jian menyerukan bahwa penambahan sanksi bukanlah solusi. "Cina menyerukan kepada pihak-pihak terkait untuk bertindak secara bertanggung jawab serta tetap berpegang pada pendekatan politik dan diplomatik," ujarnya.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































