IDF Akui Tembak Mobil yang Ditumpangi Hind Rajab, Bocah Lima Tahun di Gaza

Jakarta, IDM – Angkatan Bersenjata Israel (Israel Defense Forces/IDF) mengaku telah menembak mobil yang ditumpangi Hind Rajab (5 tahun) beserta enam anggota keluarganya di Gaza pada 2024. Pihaknya telah memerintahkan penyelidikan pidana atas tragedi tersebut.
Kematian Rajab dan keluarganya merupakan salah satu tragedi paling menyita perhatian dan kemarahan publik di tengah serangkaian peristiwa yang menelan banyak korban sipil pada awal konflik Gaza.
Baca Juga: Korsel Perkiraan Korut Miliki 80 hingga 120 Senjata Nuklir
Rajab sempat memohon Bulan Sabit Merah Palestina (Palestinian Red Crescent Society/PRCS) pada 29 Januari 2024 via telepon untuk diselamatkan. Namun, ia meninggal dunia akibat luka yang dialami, menyusul keluarganya yang bersamanya di dalam mobil.
Rajab dan keluarganya berupaya mematuhi perintah IDF untuk mengungsi dari Gaza dan mencari tempat yang lebih aman. Namun di tengah perjalanan, IDF menembakkan ratusan peluru ke arah mobil Kia berwarna hitam yang dikemudikan oleh paman Rajab tersebut.
Israel berulang kali membantah keberadaan pasukannya di dekat lokasi kejadian, meskipun penyelidikan yang dilakukan oleh berbagai pihak menemukan bukti kuat keterlibatan tank IDF.
"Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Pasukan IDF melepaskan tembakan ke arah sebuah kendaraan yang sedang mendekati mereka, yang melaju dengan cara yang bertentangan dengan pemberitahuan sebelumnya yang telah disampaikan oleh Juru Bicara IDF kepada penduduk setempat," tulis IDF melansir Idf.il, Kamis (20/8).
"Berdasarkan laporan yang dipublikasikan, kendaraan itu milik keluarga Hamada. Akibat penembakan itu, lima penumpang kendaraan tersebut tewas, sementara dua orang lainnya selamat: Hind Rajab dan sepupunya, Layan Hamada," sambungnya.
Baca Juga: AS-UEA Minta Pertanggungjawaban Iran atas Serangan di Kawasan
PRCS mengerahkan ambulans untuk menyelamatkan Rajab tetapi ambulans itu juga diserang, yang menewaskan dua orang didalamnya. IDF pun mengakui telah menyerang ambulans tersebut.
"Menyusul peninjauan terhadap temuan-temuan yang ada dan terkait dugaan kegagalan dalam koordinasi pergerakan ambulans Palestinian Red Crescent, telah diputuskan untuk memulai penyelidikan pidana atas insiden tersebut oleh Military Police Criminal Investigation Division (MPCID)," ungkap IDF.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































