Trump Hentikan Misi Project Freedom di Selat Hormuz

Jakarta, IDM – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa operasi militer AS untuk mengawal kapal-kapal komersil yang terdampar akibat blokade Iran di Selat Hormuz telah dihentikan sementara.
Baca Juga: Menlu Iran-Cina Bertemu, Tegaskan Pentingnya Upaya Diplomatik
Trump mengumumkan hal ini melalui platform Truth Social pada Rabu (6/5). Ia mengatakan bahwa keputusan itu dibuat berdasarkan permintaan dari Pakistan dan negara-negara lain.
Menurutnya, langkah ini dilakukan di tengah "kemajuan besar yang telah dicapai menuju kesepakatan lengkap dan final dengan perwakilan Iran." Namun, blokade AS terhadap pelabuhan Iran akan terus berlangsung.
"Project Freedom (Pergerakan Kapal melalui Selat Hormuz) akan dihentikan sementara untuk jangka waktu singkat guna melihat apakah kesepakatan tersebut dapat diselesaikan dan ditandatangani," kata Trump.
Baca Juga: UEA Cegat 12 Rudal Balistik dari Iran
Setelah misi Project Freedom diluncurkan, Komando Pusat AS (US CENTCOM) mengklaim bahwa dua kapal dagang berbendera AS telah berhasil melewati Selat Hormuz dan melanjutkan pelayaran dengan aman. Namun, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) membantah bahwa kapal itu melewati selat tersebut. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































