Iran Akui Luncurkan Serangan Udara terhadap Armada AS

Jakarta, IDM – Iran akui telah meluncurkan serangan rudal dan drone terhadap kapal-kapal militer Amerika Serikat (AS) di dekat Selat Hormuz pada beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Kembali Serang Iran, AS Klaim Bentuk Bela Diri
Melansir AA, Jumat (8/5), Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan bahwa operasi itu dilakukan setelah AS melanggar gencatan senjata dengan menyerang tanker minyak Iran di dekat pelabuhan Jask.
IRGC mengatakan telah melakukan "operasi gabungan skala besar dan tepat" menggunakan rudal balistik, rudal jelajah antikapal, dan drone peledak yang menargetkan kapal perusak AS. IRGC mengklaim kapal AS itu mengalami "kerusakan signifikan" dan tiga kapal perusak mundur dari area Selat Hormuz.
Sementara, Komando Pusat AS (US CENTCOM) melaporkan Iran menargetkan tiga kapal yang melintas Selat Hormuz yakni USS Truxtun (DDG 103), USS Rafael Peralta (DDG 115), dan USS Mason (DDG 87). Namun, rudal maupun drone Iran berhasil dicegat dan tidak ada aset militer yang terkena serangan tersebut.
Baca Juga: Pakistan Optimis AS-Iran akan Segera Capai Kesepakatan
Sebagai tanggapan, US CENTCOM melakukan serangan 'bela diri' terhadap sejumlah aset militer Iran, antara lain lokasi peluncuran rudal dan drone, lokasi komando dan kendali, serta pusat intelijen, pengawasan, dan pengintaian. (bp)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































