Iran Respons Proposal AS, Trump: Tidak Dapat Diterima

Jakarta, IDM – Pemerintah Iran telah memberi tanggapan atas proposal Amerika Serikat (AS) untuk mengakhiri konflik, yang disampaikan melalui Pakistan selaku mediator. Presiden AS Donald Trump menyebut tanggapan Iran "tidak dapat diterima."
Baca Juga: Babak Baru Perang Rusia-Ukraina, Putin Kasih Kode Konflik Bakal Berakhir
Melansir IRNA, Senin (11/5), tanggapan Iran yang disampaikan kepada Pakistan berfokus pada mengakhiri agresi AS dan konflik di kawasan tersebut. Sementara menurut IRIB, media Iran lainnya, Iran berfokus pada menghentikan konflik "di semua lini, terutama Lebanon" sekaligus memastikan keamanan jalur maritim Selat Hormuz.
Belum diketahui rincian respons Iran, namun Trump menyebutnya tidak dapat diterima. “Saya baru saja membaca tanggapan dari yang disebut ‘Perwakilan’ Iran. Saya tidak menyukainya. Sama sekali tidak dapat diterima!," tulis. Trump melalui platform Truth Social.
Baca Juga: Korut akan Kerahkan Artileri Baru di Perbatasan, Mampu Jangkau Seoul
Ketegangan di Timur Tengah meningkat sejak AS dan Israel meluncurkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Teheran membalas serangan ke Israel dan sekutu AS di Teluk sekaligus membatasi akses Selat Hormuz. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































