Konflik yang kembali berkecamuk antara Amerika Serikat (AS) dan Iran telah menyebabkan terancamnya jalur maritim di Selat Hormuz. Selama 24 jam terakhir, lalu lintas kapal komersial melambat hingga hampir berhenti total di koridor tersebut.
Amerika Serikat (AS) kembali meluncurkan serangkaian serangan udara terhadap Iran, yang menargetkan puluhan situs militer di beberapa titik pada Minggu (13/7). Hal itu disebut sebagai upaya untuk melemahkan kemampuan Iran dalam menyerang kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.
Amerika Serikat (AS) dan Iran telah sepakat untuk berhenti saling serang dan bertemu di Doha, Qatar besok. Mereka akan membicarakan perselisihan terkait Selat Hormuz.
Amerika Serikat (AS) kembali melancarkan serangan udara terhadap Iran pada Jumat (26/6). Hal ini dilakukan sebagai balasan atas serangan terhadap kapal dagang yang sedang melintasi Selat Hormuz.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa proses diplomatik dengan Iran akan berakhir jika Teheran mencoba menetapkan tarif bagi kapal yang lalu lintas di Selat Hormuz.
Delegasi Amerika Serikat (AS) dan Iran akhirnya melakukan perundingan putaran pertama di Swiss, yang berakhir pada Senin (22/6) dini hari waktu setempat.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengumumkan bahwa Memorandum of Understanding (MOU) antara Amerika Serikat (AS) dan Iran guna mengakhiri konflik telah ditandatangani secara elektronik.