AS Kembali Serang Puluhan Target Militer Iran

Jakarta, IDM – Amerika Serikat (AS) kembali meluncurkan serangkaian serangan udara terhadap Iran, yang menargetkan puluhan situs militer di beberapa titik pada Minggu (12/7). Hal itu disebut sebagai upaya untuk melemahkan kemampuan Iran dalam menyerang kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.
Baca Juga: Pendudukan Israel Meluas, Warga Palestina Mengungsi Terus Bertambah
"CENTCOM menyerang sistem pertahanan udara militer Iran, situs radar pantai, kemampuan rudal dan drone serta kapal-kapal kecil menggunakan pesawat tempur AS, kapal angkatan laut, drone serang satu arah, dan drone serang laut satu arah untuk pertama kalinya," tulis Komando Pusat AS (CENTCOM) melalui platform X, Senin (13/7).
CENTCOM turut mengunggah rekaman video saat menyerang target militer Iran. Komando tempur itu menegaskan, Selat Hormuz adalah koridor maritim vital untuk perdagangan global. Iran tidak memiliki hak untuk menguasai selat tersebut.
Baca Juga: Indonesia bersama ASEAN Dorong Penyelesaian Damai Myanmar
Lebih lanjut, dikatakan bahwa AS terus siap siaga untuk memastikan bahwa kebebasan navigasi tetap terjaga bagi pelayaran komersial meskipun Iran melakukan agresi, ancaman, dan "deklarasi sewenang-wenang yang tidak beralasan".
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































