AS Kembali Serang Iran, Ini Alasannya

Jakarta, IDM – Amerika Serikat (AS) kembali melancarkan serangan udara terhadap Iran pada Jumat (26/6). Hal ini dilakukan sebagai balasan atas serangan terhadap kapal dagang yang sedang melintasi Selat Hormuz.
Baca Juga: Perkuat Pertahanan, Korsel akan Latih 500.000 ‘Prajurit Drone’
"Pesawat AS menyerang lokasi penyimpanan rudal dan drone Iran serta situs radar pantai setelah Iran menyerang M/V Ever Lovely pada 25 Juni dengan drone serang satu arah. Kapal kargo berbendera Singapura itu sedang keluar dari Selat Hormuz di sepanjang pantai Oman pada saat serangan Iran," kata Pasukan Komando Pusat AS (US CENTCOM) melansir platform X, Sabtu (27/6).
US CENTCOM menyebutnya sebagai agresi terhadap pelayaran komersial sekaligus melanggar gencatan senjata. Serangan itu turut merusak kebebasan navigasi karena kapal-kapal mulai aktif melintasi koridor perdagangan global tersebut.
Baca Juga: Ingin Takuti Lawan, Presiden Korut Uji Coba Senjata Strategis
"US CENTCOM terus memberikan koordinasi dan dukungan jalur aman kepada kapal-kapal komersial yang melintasi selat tersebut. Militer AS tetap hadir dan waspada untuk memastikan semua aspek perjanjian dengan Iran dipatuhi, ditaati, dan berlaku sepenuhnya," pungkasnya.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































