
Kembali Memanas, IRGC Serang Tiga Kapal di Selat Hormuz
Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah "menargetkan dan menghentikan" tiga kapal tanker minyak di Selat Hormuz pada Rabu (29/7).
Ikuti perkembangan, konteks, dan liputan terkait dalam satu tempat.

Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah "menargetkan dan menghentikan" tiga kapal tanker minyak di Selat Hormuz pada Rabu (29/7).

Oman mengajukan proposal kepada Iran mekanisme regional bersama guna mengelola Selat Hormuz, mencontoh pengelolaan Selat Malaka.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (Menlu AS) Marco Rubio memeringatkan bahwa Iran tidak boleh dibiarkan mengendalikan Selat Hormuz dan merusak kebebasan navigasi.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio mengatakan bahwa Iran memanfaatkan Selat Hormuz sebagai alat tawar-menawar di tengah konflik yang terus berkecamuk.

Amerika Serikat (AS) mencapai kesepakatan dengan Irak dan Suriah untuk membangun jaringan pipa minyak mentah guna mengurangi ketergantungan pada Selat Hormuz, yang tengah memanas akibat konflik dengan Iran.

Meningkatnya eskalasi militer antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di kawasan Selat Hormuz kembali mengangkat kekhawatiran dunia terhadap stabilitas keamanan kawasan Timur Tengah.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengancam akan memutus semua jalur ekspor energi dari Timur Tengah setelah Amerika Serikat (AS) kembali memblokade kapal-kapal komersial yang melintas ke atau dari Iran.

Komandan Komando Pusat AS (CENTCOM) Brad Cooper mengatakan bahwa Iran sengaja menargetkan warga sipil dan kapal komersial di Timur Tengah. Oleh sebab itu, pasukan AS terus siaga dan membalas serangan Iran.

Amerika Serikat (AS) kembali memblokade lalu lintas maritim yang masuk dan keluar pelabuhan Iran. Hal ini dilakukan menyusul serangan Iran terhadap beberapa kapal komersial di Selat Hormuz.

Kementerian Pertahanan (Kemhan) Uni Emirat Arab (UEA) memberi peringatan keras usai Iran menyerang kapal tanker minyak mentah Mombasa B dan kapal tanker gas alam cair (LNG) Al Bahiya, dan menewaskan seorang awak kapal berkebangsaan India.