AS Peringatkan Dampak Kendali Iran atas Hormuz

Jakarta, IDM – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (Menlu AS) Marco Rubio memeringatkan bahwa Iran tidak boleh dibiarkan mengendalikan Selat Hormuz dan merusak kebebasan navigasi.
Baca Juga: AS Serang Iran Sebelas Malam Beruntun, Perang Telan Biaya 37,5 Miliar Dolar
“Jika kita menciptakan preseden di Timur Tengah di mana sebuah negara dapat memutuskan untuk mengendalikan jalur air internasional, mengenakan biaya tol, dan jika Anda tidak membayar, mereka akan meledakkan kapal Anda, kita telah menciptakan preseden yang sangat berbahaya, yang akan terulang di bagian lain dunia, termasuk di wilayah ini,” kata Rubio dihadapan para Menlu ASEAN di Manila, melansir State.gov, Rabu (22/7).
Terlepas dari saling serang, Rubio mengklaim AS terbuka untuk berdialog walaupun ia mempertanyakan keseriusan Teheran dalam mencapai solusi diplomatik. Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyebut tidak tertarik bernegosiasi sampai Teheran siap untuk perundingan nuklir yang "bermakna".
Baca Juga: Jepang Kecam Latihan Gabungan Cina-Rusia di Dalam ZEE
"Masalah yang kita hadapi saat ini adalah mereka tidak serius dalam berdialog. Jika mereka serius, kita juga serius. Jika tidak, maka kita akan melakukan apa yang diperlukan untuk melindungi kepentingan kita, dan juga kepentingan sekutu kita," ujarnya.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































