Kembali Memanas, IRGC Serang Tiga Kapal di Selat Hormuz

Jakarta, IDM – Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah "menargetkan dan menghentikan" tiga kapal tanker minyak di Selat Hormuz pada Rabu (29/7).
Dalam pernyataan yang dimuat media Iran seperti dilansir Anadolu, IRGC menyebut hal itu dilakukan karena ketiga kapal telah mengabaikan peringatan mereka. Namun, tidak ada penjelasan tentang identitas, kepemilikan, lokasi, atau sifat pelanggaran oleh kapal-kapal tanker tersebut.
Baca Juga: Presiden Ukraina-AS Bahas Implementasi Izin Produksi Rudal Patriot
"Angkatan Laut IRGC sekali lagi memperingatkan bahwa intervensi dan perintah ilegal AS, sebuah pasukan pembunuh anak-anak, tidak akan dibiarkan begitu saja oleh kapal-kapal di wilayah tersebut," kata IRGC.
Sebelumnya, ketegangan antara AS dan Iran sempat mereda, di mana keduanya tidak saling serang. Namun, jeda konflik itu tidak bertahan lama.
Baca Juga: Usai Diizinkan Produksi Patriot, Zelensky akan Bertemu Trump
Terbaru, Komando Pusat AS (CENTCOM) melaporkan bahwa IRGC menyerang pangkalan militernya di negara Teluk. Sebagai balasan, AS dan Arab Saudi menyerang posisi militan Irak, yang diklaim bersekutu dengan IRGC.
"Pesawat tempur AS dan Saudi menyerang beberapa lokasi logistik dan senjata teroris di seluruh Irak Timur sebagai respons kuat terhadap lebih dari 30 serangan drone udara yang diarahkan IRGC dalam 72 jam terakhir. Serangan yang tidak beralasan terhadap pasukan AS tersebut tidak berhasil," tulis CENTCOM melalui platform X.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































