Amerika Serikat (AS) menghancurkan lima kapal tanker minyak mentah Iran, membalas serangan rudal balistik Korps Garda Revolusi Islam Iran (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) terhadap kapal perang Angkatan Laut AS.
Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah "menargetkan dan menghentikan" tiga kapal tanker minyak di Selat Hormuz pada Rabu (29/7).
Kementerian Pertahanan (Kemhan) Uni Emirat Arab (UEA) memberi peringatan keras usai Iran menyerang kapal tanker minyak mentah Mombasa B dan kapal tanker gas alam cair (LNG) Al Bahiya, dan menewaskan seorang awak kapal berkebangsaan India.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kini sedang "gigit jari". Rencananya membentuk koalisi militer internasional untuk mengamankan Selat Hormuz justru mendapat respons dingin dari para sekutu dekatnya. Hingga saat ini, sedikitnya ada enam negara besar yang secara terang-terangan menolak atau masih "jual mahal" terhadap permintaan Washington.
Amerika Serikat (AS) memutuskan untuk mengerahkan pesawat tempur tambahan untuk meningkatkan pengawasan dan perlindungan kapal tanker minyak di Teluk Persia. Hal ini dilakukan setelah Iran mencoba merebut kapal AS itu pada beberapa waktu lalu.