INTERNASIONAL

Komandan AS Tuduh Iran Targetkan Warga Sipil

Gugus tempur Angkatan Laut AS
Gugus tempur Angkatan Laut AS yang bersiaga di Timur Tengah. CENTCOM mengatakan lebih dari 20 kapal perang dan ratusan pesawat militer mendukung blokade maritim terhadap Iran. (Foto: Dok. X/@CENTCOM)

Jakarta, IDM – Komandan Komando Pusat AS (CENTCOM) Brad Cooper mengatakan bahwa Iran sengaja menargetkan warga sipil dan kapal komersial di Timur Tengah. Oleh sebab itu, pasukan AS terus siaga dan membalas serangan Iran.

"Selama tujuh hari terakhir, Iran secara sengaja menargetkan warga sipil di seluruh wilayah dengan menyerang tujuh kapal komersial yang mengakibatkan hampir selusin awak kapal sipil tewas, hilang, atau terluka," kata Cooper dalam keterangan tertulis melalui platform X @CENTCOM, Rabu (15/7).

Baca Juga: Konflik AS-Iran Berlanjut, Lalu Lintas Kapal di Selat Hormuz Hampir Lumpuh

"Iran juga telah meluncurkan puluhan rudal dan drone ke arah negara-negara tetangga di Teluk Persia. Pasukan AS meminta pertanggungjawaban Iran atas agresi yang tidak beralasan yang terus membahayakan nyawa orang-orang yang tidak bersalah," sambungnya.

Dalam pernyataan terpisah, CENTCOM menyatakan kembali menyerang target militer Iran di wilayah pesisir pada Selasa (14/7) pukul 22.00 ET. Operasi yang berlangsung selama tujuh jam itu menargetkan sistem rudal dan drone Iran hingga sistem pertahanan pantai. Tujuannya untuk melemahkan kemampuan Iran dalam menyerang kapal-kapal komersial di Selat Hormuz.

Baca Juga: AS Lanjut Blokade Maritim terhadap Iran

AS juga telah mengaktifkan kembali blokade maritim terhadap kapal-kapal yang melintas ke atau dari pelabuhan dan wilayah pesisir Iran. Blokade dilakukan tanpa batas waktu yang ditentukan.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump memeringatkan bahwa pihaknya akan mulai menargetkan pembangkit listrik dan infrastruktur Iran pada pekan depan kecuali Teheran kembali ke meja perundingan.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.