Konflik AS-Iran Berlanjut, Lalu Lintas Kapal di Selat Hormuz Hampir Lumpuh

Jakarta, IDM – Konflik yang kembali berkecamuk antara Amerika Serikat (AS) dan Iran telah menyebabkan terancamnya jalur maritim di Selat Hormuz. Selama 24 jam terakhir, lalu lintas kapal komersial melambat hingga hampir berhenti total di koridor tersebut.
Melansir Anadolu, Selasa (14/7), data MarineTraffic menunjukkan bahwa hanya dua kapal tanker yang menyelesaikan pelayaran melalui Selat Hormuz dalam 24 jam terakhir, hingga pukul 06.25 GMT (atau 13.25 WIB).
Baca Juga: Indonesia bersama ASEAN Dorong Penyelesaian Damai Myanmar
Kedua kapal itu adalah kapal tanker minyak dan kimia bernama Seafaith dan Niki. Sementara, kapal tanker Liquefied Petroleum Gas (LPG) Monarch dan Danuta I mendekati Selat Hormuz dan tampak siap untuk menyeberang tetapi belum menyelesaikan pelayaran mereka.
Jumlah lalu lintas kapal yang melintasi selat kemungkinan lebih tinggi, karena kapal dapat mematikan transponder Sistem Identifikasi Otomatis (Automatic Identification System/AIS) untuk menyembunyikan pergerakan kapal.
Baca Juga: AS Langgar Komitmen, Iran Enggan Tunduk terhadap MoU
Adapun, Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran strategis. Jalur dengan lebar sekitar 33 km pada titik tersempitnya, menghubungkan teluk yang kaya minyak dan gas ke seluruh dunia. Sebelum konflik pecah, sekitar 20 juta barel minyak dan produk petroleum melewati selat ini setiap hari atau sekitar seperlima dari konsumsi minyak global. Sehingga, setiap gangguan yang di koridor ini berdampak pada rantai pasok energi.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































