Oman Tawarkan Iran Mekanisme Kelola Selat Hormuz

Jakarta, IDM – Oman mengajukan proposal kepada Iran mekanisme regional bersama guna mengelola Selat Hormuz, mencontoh pengelolaan Selat Malaka.
Baca Juga: Serangan Terus Berlanjut, Presiden Palestina Desak Dunia Bertindak
Melansir Reuters, Selasa (28/7), sumber yang mengetahui hal itu menyatakan bahwa proposal Oman menawarkan mekanisme bersama sehingga Iran tidak akan memegang kendali tunggal atas jalur maritim strategis tersebut.
Proposal itu mencontoh Selat Malaka, di mana mereka yang menggunakan selat berkontribusi untuk mendanai navigasi, perlindungan lingkungan hingga operasi pencarian serta penyelamatan.
Baca Juga: Bandara Internasional Iran Berhenti Operasi karena Serangan AS
Sebelumnya, Menlu Iran Abbas Araghchi telah membahas Selat Hormuz dengan sejawatnya dari Oman dan Arab Saudi. "Ia menekankan perlunya memperkuat kerja sama dan memajukan upaya diplomatik bersama untuk membangun stabilitas di kawasan tersebut, dan menghilangkan ketidakamanan yang ditimbulkan di Selat Hormuz akibat tindakan agresif AS," tulis Kemlu Iran.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































