Jaringan Pipa Minyak Irak-Suriah Dipulihkan, Alternatif Selat Hormuz

Jakarta, IDM – Amerika Serikat (AS) mencapai kesepakatan dengan Irak dan Suriah untuk membangun jaringan pipa minyak mentah guna mengurangi ketergantungan pada Selat Hormuz, yang tengah memanas akibat konflik dengan Iran.
Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Basra Oil Company dan Syrian Petroleum Company itu dilakukan saat pertemuan Dewan Bisnis di Washington pada beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Iran-AS Terus Saling Serang, Negara Teluk jadi Sasaran
Nantinya Chevron, perusahaan energi AS, akan memimpin pembangunan kembali jalur pipa minyak mintah Irak-Suriah yang telah lama tidak berfungsi tersebut. Pipa itu membentang dari wilayah Kirkuk di Irak Utara ke Pelabuhan Baniyas, Suriah.
"Setelah direhabilitasi, proyek inovatif ini akan memiliki kapasitas pengangkutan awal sebesar 2 juta barel minyak mentah per hari," tulis Departemen Luar Negeri AS, melansir State.gov, Sabtu (18/7).
Baca Juga: Kecam Latihan RIMPAC, Korut: Demonstrasi Perang
"Pengumuman hari ini menandai tonggak penting bagi kawasan dan hubungan Suriah-Irak. Kedua negara berkomitmen untuk bekerja sama dalam merehabilitasi dan mengoperasikan pipa, menciptakan kerangka hukum, dan terlibat secara konstruktif dengan konsorsium memajukan keamanan dan stabilitas melalui kemakmuran," jelasnya.
Belum diketahui kapan proyek ini akan selesai. Pengaktifan pipa ini juga akan mengalirkan lebih banyak minyak Irak ke pasar ekspor Mediterania dan sekitarnya.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































