AS: Selat Hormuz jadi Alat Tawar Iran

Jakarta, IDM – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio mengatakan bahwa Iran memanfaatkan Selat Hormuz sebagai alat tawar-menawar di tengah konflik yang terus berkecamuk.
"Jelas bahwa Iran, setidaknya beberapa orang di Iran, ingin mengendalikan selat tersebut dan menjadikannya sebagai alat tawar-menawar terhadap dunia," katanya melansir State.gov, Senin (20/7).
Baca Juga: AS Balas Serangan Iran usai Dua Prajurit Tewas
Ia menekankan AS akan terus mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan keamanan perdagangan maritim global. Namun, negara-negara lain pun harus berkontribusi lebih banyak dengan memberik dukungan finansial atau sumber daya militer untuk membantu berbagi tanggung jawab.
"Dunia harus memutuskan apakah akan membiarkan jalur air internasional berada di bawah kendali negara seperti ini atau tidak. Ini sepenuhnya ilegal, melanggar hukum, dan tidak dapat diterima," imbuhnya.
Baca Juga: Iran Tangguhkan MoU dengan AS
"AS akan melakukan dan terus melakukan apa yang perlu dilakukan untuk melindungi pelayaran global, tetapi negara-negara lain perlu mulai meningkatkan peran dan memberikan, baik berupa peralatan maupun dana, untuk membantu menanggung beban tersebut. Bukan tugas AS untuk melindungi pelayaran seluruh planet selamanya," jelasnya.
AS juga disebut tetap terbuka untuk menempuh jalur diplomatik dengan Iran. Rubio pun mengklaim, Iran memberi sinyal keinginan mereka untuk kembali berunding dengan AS.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































