Iran Tangguhkan MoU dengan AS

Jakarta, IDM – Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi, mengatakan bahwa pihaknya telah menangguhkan Nota Kesepahaman (MoU) karena Amerika Serikat (AS) sengaja berulangkali melakukan pelanggaran.
"Kami sedang dalam tahap negosiasi. Sayangnya, justru pihak Amerika sendirilah yang melakukan tindakan agresif ini, yang melanggar komitmen mereka sendiri. [Oleh karena itu], kami menangguhkan semua komitmen, " kata Gharibabadi melansir media Iran Fars, Minggu (19/7).
Baca Juga: Kecam Latihan RIMPAC, Korut: Demonstrasi Perang
MoU yang dimediasi oleh Pakistan itu dirancang untuk mengakhiri konflik dan membuka ruang bagi negosiasi komprehensif. Namun, AS-Iran saling tuduh melakukan pelanggaran dan menghambat proses diplomatik.
Iran juga disebut telah mendokumentasikan puluhan pelanggaran AS sejak MoU Islamabad ditandatangani pada pertengahan Juni lalu, termasuk melanggar pengaturan Iran di Selat Hormuz, ancaman dan serangan militer, pemberlakuan kembali sanksi, dan agresi Israel yang berkelanjutan terhadap Lebanon.
Baca Juga: Jaringan Pipa Minyak Irak-Suriah Dipulihkan, Alternatif Selat Hormuz
Presiden AS Donald Trump juga telah menyatakan bahwa gencatan senjata dengan Iran tidak lagi berlaku. Hal itu ia ungkapkan di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO di Ankara.
“Yang sekarang dihadapi adalah membela negara kita. Kita akan melakukannya dengan tegas dan menentukan. Saya pikir Amerika sekali lagi telah menerima balasannya, bahwa tindakan agresif mereka tidak akan membawa mereka ke mana pun,” pungkas Gharibabadi.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































